SHARE THIS ARTICLE

Jepang sudah identik dengan kereta api sebagai transportasi utama warganya. Tak heran, kereta api di sana selalu disesaki penumpang setiap harinya dari pukul 1 pagi hingga 5 pagi keesokannya. Namun ternyata ada bagian di Jepang yang tidak tersentuh hiruk pikuk tersebut.

tsushinomiya-cover

Sebuah stasiun di perfektur Kagawa memiliki jadwal buka hanya dua hari dalam setahun. Dinamai Tsushi no Miya, aktivitas itu tak ayal menjadikan stasiun ini sebagai yang memiliki jadwal paling terbatas di seantero Jepang. Stasiun yang terletak di Yosan Line itu hanya beroperasi pada 4 dan 5 Agustus.

Jadwal beroperasi itu pun ditujukan untuk membawa orang-orang pergi ke Tsuhima Jinja, kuil yang dibangun di sebuah pulau di tengah teluk. Namun tak hanya pengunjung kuil, karena keunikan langkanya jam operasional maka banyak “kolektor” yang juga ikut berburu tiket naik kereta ini.

Sedangkan keberadaan kuil terpencil itu memiliki legendanya sendiri. Ada kisah menyebutkan bahwa Tsuhima Jinja digunakan di masa Edo untuk melindungi ternak yang saat itu kebanyakan mati diserang wabah. Lalu di era Taisho digunakan untuk mendoakan anak-anak agar terhindar dari wabah penyakit oleh para orangtuanya.

Sementara itu, jam buka kuil Tsuhima Jinja juga tidak setiap hari alias seperti operasional stasiun Tsushi no Miya. Kuilnya hanya dibuka saat musim panas dan hanya boleh dikunjungi publik pada 4 dan 5 Agustus.

Pengunjung yang ingin masuk kuil pun harus menyeberang dengan jembatan penghubung, yang dulunya malah harus menggunakan perahu. Karena hanya buka 2 kali setahun, tak ayal Tsuhima Jinja juga disesaki pengunjung hingga bisa mencapai 10 ribu orang dalam 2 hari dibuka.

Sources :
COMMENT