SHARE THIS ARTICLE
Tren aksesori baru, jaket telinga (Dok. Design by Milo)
Tren aksesori baru, jaket telinga (Dok. Design by Milo)

Anting-anting dan giwang sudah jadi perhiasan kaum hawa sejak lama. Pamornya seolah tak pernah pudar. Setiap musimnya, anting selalu hadir menemani tren mode terbaru.

Gayanya pun ikut berubah. Dari ukuran mungil nan imut hingga anting jumbo yang jadi fashion statement.

Pun dengan materialnya. Logam, kayu, plastik, kerang hingga keramik, semua bisa.

Namun, soal bentuknya, anting terbilang stagnan. Giwang, bulat, atau chandelier, alias anting panjang menggantung.

Bosan dengan bentukan yang itu-itu saja, seorang desainer di Paris, Prancis, mencoba hadirkan gaya baru. Dia menyebutnya, ear jacket atau jaket telinga.

Yvonne Leon, sang pencipta tren, menghadirkan anting yang dijepit di daun telinga. Namun, bukan bertabur aksen di bagian depan, jaket telinga justru menghiasi bagian belakang kuping dan ukurannya yang besar membuatnya terlihat hingga ke bawah daun telinga, menyelimuti bagian bawah kuping layaknya jaket.

Alih-alih menggantung manis, jaket telinga seperti lekat menyatu dengan kuping. Desainnya pun tidak biasa, ada yang elegan bertabur batu mulia, edgy dengan garis yang saling-silang, atau justru gotik lewat duri-duri tajam.

Dilansir Huffington Post, awalnya, ear jacket ini hanya populer di kalangan para petualang mode, hingga trennya menyebar sampai ke Negeri Sakura. Di Jepang, ear jacket sangat populer. Para fashionista Jepang menjadikan ear jacket sebagai tren mode 2015.

Dari tanah para Samurai, ear jacket menyebar ke seluruh Asia, termasuk Asia Tenggara. Kendati tidak sepopuler di Negeri Sakura, di Indonesia, jaket telinga cukup digemari.

Source : life.viva.co.id
COMMENT