SHARE THIS ARTICLE

Pemerintah Jepang menargetkan 30 ribu warga pindah dari Tokyo per tahunnya mulai 2020 untuk mengurangi kepadatan penduduk di ibukota dan pemerataan penduduk. Di antara strateginya adalah meningkatkan industri di berbagai provinsi lain.

Relokasi dilakukan untuk mengurangi konsentrasi penduduk yang terlalu besar di Tokyo dan meratakannya ke wilayah lainnya di Jepang. (Getty Images/Kiyoshi Ota)
Relokasi dilakukan untuk mengurangi konsentrasi penduduk yang terlalu besar di Tokyo dan meratakannya ke wilayah lainnya di Jepang. (Getty Images/Kiyoshi Ota)

Hal ini tercantum dalam rancangan strategi vitalisasi kota Tokyo yang dikutip The Japan News, Minggu (21/12). Dalam rencana itu, Tokyo juga menargetkan mengurangi jumlah pendatang ke ibukota sebanyak 70 ribu orang setiap tahunnya.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi konsentrasi penduduk di Tokyo dan berkurangnya jumlah penduduk di wilayah lain karena tingkat kelahiran yang rendah.

Tren demografi di Tokyo juga timpang. Pada 2013, sekitar 410 ribu warga pindah ke Tokyo, dan sekitar 340 ribu yang keluar dari kota tersebut.

Pemerintah Jepang akan melakukan langkah-langkah selama lima tahun pada 2020 untuk membuat warga pindah dari ibukota, di antaranya adalah rencana vitalisasi di provinsi.

Di antaranya adalah meningkatkan agrikultur sehingga menjadi industri berpotensi tinggi dan merelokasi warga dari pusat ke provinsi. Pemerintah menargetkan 50 ribu lapangan pekerjaan baru dalam lima tahun ke depan di daerah selain Tokyo.

Penciptaan pekerjaan di wilayah provinsi akan menciptakan gelombang perpindahan warga ke wilayah tersebut,” tulis dokumen rancangan tersebut.

Pemerintah Jepang juga menargetkan meningkatkan nilai total ekspor produk-produk industri agrikultur, kehutanan dan perikanan menjadi 1 triliun yen dari sekitar 550 miliar yen pada 2013.

Jepang juga akan merelokasi beberapa departemen riset dan pengujian ke daerah lain dari Tokyo. Pada akhir tahun fiskal 2014, Jepang akan mendata departemen dan mengumpulkan pendapat pemerintah lokal yang akan menampung relokasi pada 2015. Diharapkan, langkah ini bisa segera dilakukan pada 2016.

Pemerintah juga mempertimbangkan sistem yang memungkinkan utang pendidikan mahasiswa di daerah provinsi dikurangi atau bahkan dihapuskan jika mereka mau bekerja di provinsi dan tidak datang ke Tokyo.

Terkait perusahaan swasta, Jepang akan memberikan beberapa kemudahan dan memfasilitasi perusahaan yang ingin memindahkan kantor atau fasilitas pelatihan mereka ke tempat lain dari Tokyo.

Bagi perusahaan yang memindahkan kantor pusat mereka ke provinsi lain, pemerintah Jepang akan memberikan penghargaan khusus, seperti pengurangan pajak selama beberapa waktu.

Source : cnnindonesia.com
COMMENT