SHARE THIS ARTICLE
image: easyhealthtips.org
image: easyhealthtips.org

Sebuah penelitian baru dari Jepang menyatakan bahwa orang yang tidak bisa berdiri dengan satu kaki selama 20 detik atau lebih lama mengalami perubahan otak yang dikaitkan dengan stroke dan demensia.

Mereka yang gagal melakukan tes sederhana ini juga memiliki skor rendah dalam tes fungsi kognitif. Penjelasannya: para peneliti melihat bahwa orang berusia lanjut dan mereka yang memiliki BMI (body mass index) yang lebih tinggi gagal dalam tes keseimbangan ini. Dengan kata lain, usia lanjut dan obesitas adalah faktor resiko penyakit stroke dan demensia.

Tapi ada alasan lainnya. Penelitian sebelum ini menyimpulkan bahwa keseimbangan tubuh yang terganggu bisa disebabkan karena adanya penyakit pada pembuluh darah kecil di otak atau tekanan darah tinggi.

Memang ada banyak faktor yang mempengaruhi keseimbangan tubuh, jadi tes sederhana ini tidak memberitahukan semua yang perlu Anda tahu. “Tes ini mungkin mendeteksi adanya disfungsi syaraf kecil, tapi sangat tidak spesifik untuk stroke atau masalah khusus lainnya,” kata David Liebeskind, M.D, seorang profesor syaraf di UCLA dan penasehat untuk situs Men’s Health.

Dr. Liebeskind menyarankan untuk memeriksa tekanan darah dua kali setahun, karena memiliki hubungan dengan kesehatan otak. Dan jika Anda menderita tekanan darah tinggi, Anda harus berhati-hati menjaga tekanan darah.

Jika Anda melihat ada gangguan keseimbangan yang parah, terutama bila Anda sering jatuh tanpa sebab, periksakan diri ke dokter, saran Leslie Wolfson, M.D., seorang profesor syaraf di University of Connecticut.

Source : timlo.net
COMMENT