SHARE THIS ARTICLE

Koki sushi paling terkenal di dunia, Jiro Ono, memprediksi masa depan suram makanan tradisional Jepang sushi. Penangkapan ikan berlebihan meningkatkan kesulitan memperoleh bahan pembuat sushi tersebut.

Ilustrasi sushi. (CNN Indonesia/ adonlinepromo)
Ilustrasi sushi. (CNN Indonesia/ adonlinepromo)

Masa depan (sushi) sangat buruk,” ucap Jiro. Usianya sudah tak muda lagi, dia kini 89 tahun. Namun, koki penerima Bintang Michelin tersebut sampai sekarang masih aktif bekerja di sebuah restoran di distrik Ginza, Tokyo.

Dikutip dari laman Independent, Jiro berkata, “Bahkan sekarang saya tidak bisa mendapatkan bahan-bahan yang saya inginkan. Saya punya pandangan yang negatif pada masa depan. Itu karena semakin sulit mendapat ikan kualitas layak.”

Setelah masyhur di Jepang, Jiro menjadi perhatian dunia saat dia menjadi subjek dokumenter Amerika Serikat berjudul Jiro Dreams of Sushi 2011 silam.

Meski telah dihujani penghargaan, Jiro berkeras dirinya masih berusaha mencapai kesempurnaan. Nasihatnya untuk para koki muda sushi, belajar kesabaran. “Berlatih adalah tentang belajar untuk bersabar,” katanya. “Anda dapat mempelajari teknik setelah menguasai kesabaran.”

Jiro telah magang sebagai koki saat usianya delapan tahun. “Saya di sekolah dasar, tapi tidak ada waktu mengerjakan pekerjaan rumah. Saya telah dibiasakan berdiri sepanjang hari sejak itu,” ujarnya.

Jiro menerima medali bergengsi Jepang Yellow Ribbon, dedikasi terhadap pekerjaannya. Restorannya, Sukiyabashi adalah restoran sushi pertama di dunia yang menerima tiga Bintang Michelin pada 2007. Michelin Star adalah penghargaan tertinggi di dunia yang diberikan kepada sebuah restoran dinilai dari makanan, minuman, suasana, kebersihan, dan lain-lain.

Semakin banyak bintang yang diterima sebuah restoran maka kualitas restoran itu semakin diakui.

Tokyo meneruskan mahkota tersebut sebagai ibukota gourmet dunia yang memiliki restoran berbintang terbanyak. Tahun lalu, makanan Jepang Washoku, bersama makanan Perancis, menjadi masakan yang masuk ke dalam daftar warisan budaya UNESCO.

Meski menerima begitu banyak gelar, Sukibayashi Jiro adalah restoran sederhana di ruang bawah tanah sebuah bangunan bisnis. Letaknya di pintu masuk stasiun Ginza Metro.

Tak ada pilihan untuk pelanggan selain menu seharga 30.000 yen atau £ 160 atau sekitar Rp 3 juta, dengan 20 potong sushi berbeda. Sushi tergantung pada bahan-bahan terbaik yang dibeli dari pasar ikan terkenal Tsukiji.

Saat Presiden Barack Obama bersantap di restoran itu awal tahun ini, kritikus makanan Masuhiro Yamamoto berkata, itu adalah pertama kali dalam sejarah Presiden AS memiliki sesuatu yang disiapkan untuknya, dan dimakan segera setelah itu siap.

Sejak kunjungan itu, restoran yang harus memesan tempat satu bulan sebelumnya itu selalu penuh dipesan. Tidak ada yang menjawab telepon, jadi mustahil melakukan reservasi.

Dan, jika Anda salah satu dari sedikit pemesan yang beruntung mendapat tempat duduk, ikuti nasihat bijak Jiro ini. “Kelezatan Sushi hanya setengah tanggungjawab koki. Itu juga setengah tanggungjawab orang yang memakan sushi.

Source : cnnindonesia.com
COMMENT