Berita Jepang | Japanesestation.com

Sebelumnya telah diberitakan bahwa pada acara Niconico Tokaigi 2018, telah dibentuk sebuah badan eSports bernama Japan eSports Union, yang memiliki visi untuk membuka gerbang untuk memajukan eSports di Jepang. Langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan oleh JESU untuk menjadikan nyata visinya tersebut? Berikut adalah isi konferensi pers pembentukannya,dengan Mr. Hideki Okamura selaku chairman JESU, dan Mr. Kouichi Hamamura selaku vice-chairman JESU sebagai pembicara, dan Baron Yamazaki sebagai MC, pada acara tersebut :

Apa saja hal yang utamanya dilakukan oleh JESU?

Mr. Okamura: ”Jepang harus mengejar ketertinggalan dari negara lain mengenai eSports. Kami akan mendukung par apemain dengan meresmikan mereka sebagai pemain profesional dan mengirim mereka ke ompetisi internasional. Selain itu, kami juga akan mengumumkan informasi-informasi mengenai eSports dan kompetisi-kompetisi resmi.

Mr. Hamamura: ”Pemain-pemain bintang harus dilahirkan. JESU akan mendukung dan berkomunikasi degan par apemain dan pemilik hak cipta.”

Mr. Okamura:JESU baru saja dibentuk. Kami akan mengasah diri kami untuk membuat eSports dikenal di Jepang, dan mengorganisir lingkungan untuk para pemain.

Tolong jelaskan kepada kami mengenai lisensi eSports yang akan mulai disahkan oleh JESU

Mr. Okamura : ”Di dalamnya ada 3 jenis. Yang pertama, Japan eSports Pro License, yang berlaku untuk mereka yang berusia di atas 15 tahun dan telah menyelesaikan pendidikan dasar. Lisensi ini diperuntukkan kpada mereka yang ingin bermain game secara profesional dan mendapat penghasilan darinya. Yang kedua adalah Japan eSports Junior License. Lisensi ini untuk mereka yang berusia 12-14 tahun. Para anak muda di usia demikian memiliki refleks yang bagus. Pada tingkatan ini, hadiah yang tersedia tidaklah besar, namun kami ingin mereka memanfaatkan keunggulan mereka dan mengasah bakat mereka tersebut. Yang ketiga adalah Team Licence, yang diberikan kepada team yang berupa badan legal, dan menunjukkan hasil nyata berupa kemenangan kompetisi.

Tujuan utama pembentukan JESU adalah untuk meluaskan kesempatan bagi para pemain game untuk membuat karier mereka jadi nyata. KArenanya, kami tidak akan membatasi aktivitas mereka karena menjadi profesional berlisensi. Mereka akan bisa mengikuti kompetisi sebanyak yang mereka mau. Kami sudah berbicara dengan komunitas game untuk membuka kompetisi game baru. Selama bermanfaat untuk eSports, kami akan bersedia bekerjasama dengan karakter populer, dan sebagainya. Seiring dengan JESU membangun pondasi sosial untuk pasar eSports, tidak hanya pemain eSports saja, namun juga perusahaan dan organisasi akanlebih berminat untuk bergabung dengan pasar ini, untuk menciptakan game-game baru yang di luar bayangan kita, di masa mendatang.

eSports akan didemonstrasikan di Asia Games 2018. Apakah menurut Anda eSports akan dapat menjadi event resmi di Olimpiade?

Mr. Okamura: “Ada kemungkinan yang cukup besar. Asian Games 2018 di Jakarta sudah di depan mata. Kami akan berusaha keras menuju acara tersebut. Kesuksesan di Asian Games akan menjadi bukti bahwa eSports bisa menjadi salah satu event resmi Olympiade. Sebenarnya, organisasi luar negeri yang sifatnya seperti JESU telah memulai pembicaraan dengan IOC. Kami akan mengusahakan bersama organisasi luar negeri untuk mengorganisir event untuk Olimpiae, untuk meyakinkan orang-orang yang bukan pemain eSports. Kami ingin menghidupkan tidak hanya para pemainnya, namun juga pasarnya. Tujuan kami adalah untuk membangkitkan kembali ‘Jepang, Negara Game’ dengan membuat game-game Jepang diterima oleh kompetisi Internasional.”

Mr. Hamamura:eSports saat ini masih belum populer di Jepang. Kami tengah mencoba untuk membuat game-game buatan Jepang menjadi standar internasional di masa depan.”

(All images: Press Release)