SHARE THIS ARTICLE

Kemenangan tiga ilmuwan Jepang karena penemuan lampu light-emitting diode (LED Biru) mereka, seolah diperingati di persawahan ini yang bersebelahan dengan Laut Jepang (Sea of Japan).

lahan-persawahan-beras-senmaida-diterangi-dengan-lampu-led
Lahan persawahan, beras Senmaida, diterangi dengan lampu LED di Wajima, perfektur Ishikawa

Semalaman sejak 18 Oktober lalu persawahan di Wajima, perfektur Ishikawa diterangi dengan lampu LED sehingga tampak cantik, fantastis, kata para pengunjung yang cukup ramai menarik perhatian banyak orang berdatangan ke sana malam hari.

Acara penyinaran lampu LED ini dijuluki dengan nama “Olok-olok Kilauan” dengan meletakkan deretan lampu LED yang “ditaburi” di atas persawahan.

Sebanyak kira-kira 21.000 buah lampu LED menyala untuk mengantarkan saat-saat matahari terbenam, di senja hari, sehingga kelihatan sawah semakin cantik, menjadi seolah beragam warna kuning muda pink, sambil kita menontonnya dengan menghadap ke Laut Jepang (Sea of Japan), menjadikan suasana tambah romantis dan indah sekali.

Perencanaan komite eksekutif para petani di sana membuat acara ini yang ke-4 kali dan kebetulan bertepatan (tak jauh) dengan pengumuman pemenang pemenang Nobel atas penemuan LED biru mereka.

Penyalaan lampu LED di Wajima ini, Light-up, dilakukan setiap hari sampai 15 Maret tahun depan.

Terangnya lampu ini menghiasi jalan setapak sawah pada luas 1.004 petak sawah, meneranginya selama kira-kira empat jam dari sejak matahari terbenam.

Dari Tokyo apabila ingin melihat lokasi ini, menggunakan kereta api, pesawat dan bus, sedikitnya makan waktu enam jam dengan biaya 28.917 yen sekali jalan. Biaya transportasi pulang pergi tinggal dikalikan dua.

Source : tribunnews.com
COMMENT