SHARE THIS ARTICLE

Akhirnya sukses juga saya menonton film animasi Jepang yang bisa dibilang paling disorot tahun ini, Kimi no Na wa (Your Name), pada acara screening di CGV Blitz, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (4/12). Bagi saya, mendapatkan momen berharga ini adalah sebuah perjuangan. Pasalnya, saya sudah berprinsip untuk sama sekali tidak mau menyentuh apa yang disebut dengan “versi bajakan” meski beberapa orang di sekitar saya sudah mengisyaratkan untuk terlebih dahulu menontonnya demi mendapatkan sedikit gambaran.

Kimi No Na wa

Bagi saya, menonton film garapan Makoto Shinkai dengan produksi animasi dari CoMix Wave Films ini haram dilakukan selain di layar bioskop, mengingat kualitas visualnya yang memanjakan mata dan pilihan soundtrack-nya yang apik (Yang tercermin dengan adegan kometnya yang bikin wow dan lagu Zenzenzense dari Radwimps yang nempel di otak). Untung saja dalam hal ini Encore Films Indonesia sudah mengisyaratkan jauh-jauh hari bila mereka akan membawanya ke sini jadi saya dapat menahan diri.

your-name-kimi-no-na-wa-anime-yang-meroket-seperti-komet-3

Sebenarnya embel-embel no.1 Box Office in Asia inilah yang paling membuat penasaran. Penasaran tentang sehebat apakah film ini sampai mampu bertengger di puncak Box Office Jepang selama 10 minggu lebih dan merambah ke negara-negara lainnya.

review-kimi-no-na-wa-bukan-sekedar-cerita-cinta-3

Dari trailer yang ditawarkan sebenarnya sudah terlihat premis yang akan dimunculkan dalam Kimi no Na wa yaitu cinta jarak jauh atau Long Distance Relationship. Tapi sebenarnya jauh lebih banyak dari hal tersebut yang ingin disampaikan sang kreator lewat film ini.

review-kimi-no-na-wa-bukan-sekedar-cerita-cinta-5

Memang kisah pertukaran tubuh antara Taki, seorang pemuda pelajar di Tokyo dengan Mitsuha, seorang gadis desa di desa Itomori menjadi tawaran utama. Cinta yang perlahan terjalin lewat akses aneh ini membuat mereka tak sadar bila sudah saling menyukai satu sama lain. Sayangnya seperti yang sudah-sudah, bagian galaunya adalah mereka berdua tidak saling mengerti dimana mereka dapat menemukan satu sama lain. “Dimanapun kamu berada di belahan dunia manapun, aku akan mencarimu,” begitu kira-kira ucapan Taki yang sangat ingin menemukan Mitsuha. So sweet bukan?

review-kimi-no-na-wa-bukan-sekedar-cerita-cinta-2

Lewat adegan-adegan miris-miris-hampir-ketemu yang sudah biasa diumbar di film 5cm per Second (satu lagi film anime garapan Makoto Shinkai), Kimi no Na wa sukses mengaduk emosi penonton yang ada di dalam bioskop. Kendati masih kurang greget galaunya bagi saya bila dibandingkan judul perbandingan tersebut, dapat diwajarkan mengingat sajian film ini bukan hanya itu saja.

review-kimi-no-na-wa-bukan-sekedar-cerita-cinta

Lebih dari sekedar cerita cinta, Kimi no Na wa mampu memperlihatkan apa yang menjadi tantangan semua negara maju dan berkembang. Arus urbanisasi yang kencang membuat remaja-remaja desa bosan berada di rumah mereka dan ingin sekali mencicipi kehidupan kota. Seperti yang Mitsuha teriakkan di depan kuil dengan “Aku benci hidupku ini dan aku ingin terlahir menjadi seorang pria di Tokyo,” agaknya dapat mewakili hal tersebut.

review-kimi-no-na-wa-bukan-sekedar-cerita-cinta-6

Lewat film inilah Makoto Shinkai ingin membuka mata orang-orang bahwa kehidupan yang dekat alam itu indah. Hutan, danau, bukit, lembah sampai dengan sisi spiritualnya yang dapat membawa keajaiban. Oh ya, Mitsuha adalah seorang gadis kuil yang juga tampaknya sudah merasa risih dengan semua ritual tradisional yang dia jalani. Padahal itulah kunci dari semua keajaiban-keajaiban yang nantinya menjadi bumbu-bumbu penyedap romantisme di dalam film ini.

Film Anime Kimi no Na wa

Jadi sudahkah kalian siap mencari nama orang yang kalian sayangi? Kimi no Na wa (Your Name) sudah resmi diputar di bioskop-bioskop pilihan di Indonesia sejak 7 Desember 2016. Selamat menonton!

COMMENT