SHARE THIS ARTICLE

Baru-baru ini kemunculan Putri Jepang Noriko dalam wawancaranya secara live di ANN News dapat menyalakan kembali perdebatan tentang sistem di mana menjadi seorang putri memiliki arti harus meninggalkan kehidupan dan keluarga kekaisaran saat mereka menikahi pria dari kalangan masyarakat biasa.

url

Putri seperti itu haruslah hidup sebagai warga biasa pada umumnya, meninggalkan segala kemewahan serta seluruh fasilitas yang biasa ia dapatkan dalam ruang lingkup kekaisaran. Seperti halnya dengan putri kaisar Jepang yang menikah pada tahun 2005.

Dan 6 dari 8 putri Jepang yang belum menikah itu kini telah berada di usia siap menikah. Hal ini menimbulkan kemungkinan bahwa keluarga kekaisaran tidak akan mampu melanjutkan tugas-tugas negara dan publik, karena mereka harus meninggalkan keluarga kekaisaran dan berfokus pada kehidupan barunya sebagai ibu rumah tangga serta melayani sang suami. Tetapi kini pemerintah Jepang menanggapi masalah tersebut telah mempelajari kemungkinan agar dapat merevisi sistem tersebut untuk memungkinkan putri Jepang agar mempertahankan status mereka agar dapat tetap dapat melanjutkan tugas negara di saat mereka telah menikah.

Untuk lebih jelasnya kalian dapat melihat wawancara yang dilakukan Princess Noriko secara live berikut ini.

Source : News On Japan
COMMENT