SHARE THIS ARTICLE

Serial animasi TV “Pokemon” dari Jepang mulai tayang di Hungama TV India pada bulan Mei, dan secara konsisten telah menjadi peringkat No. 1 di slot prime time untuk anak-anak.

Sebuah ilustrasi dari "Pokemon the Movie: Diancie and the Cocoon of Destruction" ((c) Nintendo・Creatures・GAME FREAK・TV Tokyo・ShoPro・JR Kikaku (c) Pokemon (c) 2014 Pikachu Project)
Sebuah ilustrasi dari “Pokemon the Movie: Diancie and the Cocoon of Destruction” ((c) Nintendo・Creatures・GAME FREAK・TV Tokyo・ShoPro・JR Kikaku (c) Pokemon (c) 2014 Pikachu Project)

Acara tersebut telah ditonton oleh 57.100.000 pemirsa, 24.200.000 di antaranya adalah anak-anak. Hungama TV adalah saluran anak-anak terbesar di India yang berafiliasi dengan Walt Disney Co. India.

Dream Theater, sebuah perusahaan manajemen lisensi, menghubungkan keberhasilan “Pokemon” tersebut dengan pemrograman dan strategi promosi yang rumit.

Perusahaan tersebut bermaksud untuk memperkenalkan berbagai macam produk konsumen termasuk mainan, pakaian, barang-barang sekolah dan barang-barang lain pada sekitar Januari.

Jiggy George, CEO dari Dream Theater, mengatakan bahwa ia yakin waralaba “Pokemon” akan meningkatkan popularitas judul tersebut.

Dream Theater merupakan merk populer untuk anak-anak dan kawula muda seperti Warner Bros Consumer Products, DreamWorks Animation, Piala Dunia FIFA, karakter Sanrio dan banyak lagi.

Kenjiro Ito, executive corporate officer di Pokemon Co., mengatakan, upaya tersebut merupakan langkah menuju membangun kembali merk Pokemon di India.

Dalam beberapa tahun terakhir, India telah menarik perhatian sebagai pasar munculnya bisnis anime dan karakter Jepang.

Selain fakta bahwa negara ini memiliki pasar yang besar dan diperkirakan akan tumbuh secara ekonomi, banyak anime Jepang yang telah disiarkan. Selain itu, ada lebih sedikit pembatasan untuk membawa acara TV, publikasi dan merchandise karakter dari negara lain.

Source : ajw.asahi.com
COMMENT