Petani Osaka Tumbuhkan Bunga Matahari Setinggi 7 Meter


Tidak ada kerumunan orang bersorak pada pencapaian medali emas yang diraih oleh Yoshihiro Yamazono, tetapi petani Jepang berusia 70 tahun ini telah menunjukkan dedikasi dan daya tahan layaknya seorang atlet peserta Olimpiade.


Selama 26 tahun terakhir, Yoshihiro telah bekerja keras menumbuhkan bunga matahari tertinggi di dunia, dan tahun ini tanaman ini berhasil tumbuh secara mengagumkan setinggi 7 meter – pantas untuk meraih rekor dunia. Sebagai catatan, bunga matahari raksasa biasa hanya memiliki tinggi sekitar 2-3 meter.


Tapi Yoshihiro masih menargetkan lebih tinggi lagi. Setelah ia berhasil menumbuhkan bunga matahari setinggi 8 meter, baru ia akan mendaftarkan hasil kerjanya itu pada Guinness World Record.

Yoshihiro menumbuhkan bunga-bunga matahari itu di perkebunannya di Kaizuka, Prefektur Osaka sebagai sebuah hobi. Setiap tahunnya ia mengumpulkan biji-biji matahari dari bunga matahari tertinggi dari kebunnya untuk ditanam pada musim tanam mendatang.

Dan meskipun tanaman tahun ini tumbuh lebih pendek dari perkiraannya, Yoshihiro optimis bahwa ia tidak harus menunggu empat tahun untuk percobaan berikutnya.

“Tahun depan aku ingin memenangkan ‘medali emas’,” katanya.

Ia akan memanen biji-biji bunga matahari yang paling menjanjikan dari kebunnya pada akhir bulan Agustus untuk percobaan berikutnya.

sumber : houseofjapan.com


What's Your Reaction?

LOL LOL
0
LOL
Sugoi! Sugoi!
0
Sugoi!
Honto Ni? Honto Ni?
0
Honto Ni?
Kanashii Ne Kanashii Ne
0
Kanashii Ne
Nani Kore?! Nani Kore?!
0
Nani Kore?!
Daisuki! Daisuki!
0
Daisuki!
Kowai Kowai
0
Kowai
Kawaii~ Kawaii~
0
Kawaii~
Pinhead

metal mania, horror freak, NES lover
Choose A Format
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes