SHARE THIS ARTICLE

Untuk masyarakat Asia, Mahabarata sudah tidak asing lagi terdengar karena epos kuno India ini sudah menyebar di setiap negara dan bahkan beberapa di antaranya memiliki versinya masing-masing. Salah satu seniman Jepang yang kerap terlibat dalam proyek lintas negara, Hiroshi Koike, tertarik membuat proyek Mahabarata dan bagian 3 dari pertunjukan ini akan dipentaskan di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta pada 28 – 29 September 2016.

pertunjukan-mahabarata-part-3-karya-hiroshi-koike-28-29-september-2016-1

Dalam pertunjukan dua hari tersebut akan diceritakan salah satu bagian dari Mahabarata yang berjudul Perang Kurusetra. Bagian ketiga ini melanjutkan bagian pertama yang dipentaskan di Kamboja pada 2013 dan bagian kedua yang dipentaskan di India pada 2015. Cerita Mahabarata yang dibawakan dalam proyek Hiroshi Koike Bridge Project ini adalah versinya sendiri yang dimaksudkan untuk memberi pesan ke semua orang tentang keadaan zaman sekarang.

pertunjukan-mahabarata-part-3-karya-hiroshi-koike-28-29-september-2016-2

Mahabarata bercerita tentang tragedi kemanusiaan dan masih relevan dengan keadaan zaman ini. Tentang apa itu manusia sesungguhnya. Lewat proyek ini saya ingin menanyakannya kepada setiap orang,” jelas Koike di konferensi pers, TIM pada Selasa (27/9).

Kendati diceritakan menurut versinya sendiri, Mahabarata yang akan ditampilkan Koike nanti masih menampilkan karakter-karakter yang tidak asing oleh lokal. Seperti yang diketahui bahwa daya serap masyarakat terhadap cerita ini menimbulkan karakter-karakter baru yang dapat berbeda di setiap negaranya, kendati garis besar masih tetap sama. Untuk itulah Koike selalu berdiskusi dengan para pemain untuk dapat menampilkan karakter yang tidak asing bagi para penonton di sini.

pertunjukan-mahabarata-part-3-karya-hiroshi-koike-28-29-september-2016-4

Hiroshi selalu menanyakan kepada kami tentang bagaimana penggambaran para tokoh dalam budaya lokal. Seperti misalnya Duryudana dalam budaya Jawa. Termasuk dalam penyebutan. Tapi ini tidak membuat Mahabarata menjadi versi jawa namun lebih ke campuran dari semua,” jelas Gunawan Maryanto, salah seorang dari 9 seniman yang membawakan cerita ini.

Dengan kekuatan di dalam percampuran kultur dan kekuatan akting antar negara, Mahabarata karya Koike ini akan menjadi salah satu pertunjukan menarik yang dapat memperluas khasanah budaya dan sekaligus menjadi pemanja mata dalam seni tari dan suaranya. Apalagi melihat kualitas para tokoh-tokoh di balik layar seperti musik, tata cahaya dan kostum. Pertunjukan dimulai pukul 19.30 WIB dengan harga tiket dari Rp. 50.000 sampai Rp. 150.000.

COMMENT