SHARE THIS ARTICLE

tim-angklung-sanggar-budaya-ppi-on_20150113_110959

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Osaka Nara (PPI ON) melalui klub Sanggar Budaya PPI ON mempromosikan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Jepang khususnya warga Osaka. Kegiatan ini dalam rangka mempersiapkan Pentas Seni Indonesia 2015.

“Sanggar budaya PPI ON mempunyai kegiatan yang mewadahi kreativitas anggota dalam bidang seni budaya. Tujuannya untuk mempromosikan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat Jepang, dan menjadikan sanggar budaya PPI ON sebagai wadah silaturahim dan kerja sama antara pelajar Indonesia dengan masyarakat Jepang di Osaka terutama dalam aspek seni, sosial, dan budaya,” ungkap Gagus Ketut Sunnardianto, anggota PPI ON khusus kepada Tribunnews.com, Selasa (13/1/2015).

Meskipun dengan aktivitas dan tuntutan sebagai pelajar yang sibuk, di sisi lain teman-teman yang tergabung dalam Sanggar Budaya PPI ON masih peduli ikut serta mempromsikan budaya Indonesia.

“Harapannya melalui Sanggar Budaya PPI ON ini, kita dapat terus mengenalkan seni budaya Indonesia di luar negeri (khususnya Jepang) sehingga dapat meningkatkan minat masyarakat Jepang berkunjung ke Indonesia,” ungkap Neng Tanty Sofyana, anggota sanggar budaya PPI ON.

Tim angklung dan Tari Saman sanggar budaya PPI ON tampil memukau di hadapan masyarakat Jepang dalam acara Pentas Seni Indonesia 2014 yang diselenggarakan di Osaka University Hall, Juni 2014. Berawal dari situ, kini Sanggar Budaya PPI ON banyak menerima tawaran menampilkan angklung dan Tari Saman di beberapa event.

Sanggar budaya akhirnya melebarkan sayap tampil di dua acara multikultural sekaligus dalam satu hari yang diadakan oleh MAFGA (Minoh Association for Global Awareness) dan ETRE Toyonaka (pentas seni multikultural), Minggu (8/11/2014).

Pada pagi hari di kegiatan multikultural MAFGA, Sanggar budaya memainkan angklung lengkap dengan harmoni dan membawakan tiga lagu yaitu Yamko Rambe Yamko, Manuk Dadali, dan Bengawan Solo sedangkan di siang hari tampil di kota lain (ETRE Toyonaka), menampilkan Tari Saman dan juga memainkan angklung.

“Senang sekali bisa ikut mempromosikan seni dan budaya bangsa, kaget juga melihat antusiasme yang tinggi dari orang Jepang. Kaget juga ada beberapa orang Jepang yang sudah mengenal baik angklung dan batik,” kata Gabriel Pramudita Saputra, anggota sanggar budaya PPI ON.

Sajian harmonisasi angklung dan Tari Saman yang menggambarkan kekompakan harmonis antarpenari selalu membuat terkesima para penonton. Beberapa komentar pun disampaikan oleh para penonton, sebagian besar menyatakan kepuasannya menikmati sajian angklung dan Tari Saman dari Sanggar Budaya PPI ON.

“Nggak menyangka kalau antusiasme orang-orang Jepang sangat tinggi. Usai tampil angklung dan Tari Saman, ada beberapa orang Jepang yang datang untuk bertanya mengenai angklung dan Tari Saman dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Senang bisa ikut mempromosikan kebudayaan Indonesia di Jepang,” ungkap Dhisa Minerva, anggota sanggar budaya PPI ON.

Kesenian Indonesia yang ditampilkan Sanggar Budaya tak kalah bersaing dengan kesenian dari negara-negara lain pada acara multikultural tersebut, karena Indonesia memiliki beragam suku dan budaya. Misalnya saja pada penampilan angklung membawakan lagu dari beragam suku yang tentunya masing-masing memiliki kekhasan tersendiri.

Minggu (7/12/2014), tim angklung Sanggar Budaya PPI ON juga berkesempatan tampil dalam acara serah terima jabatan ketua PPI ON. Pada kesempatan ini, tim angklung Sanggar Budaya PPI ON membawakan tiga buah lagu yakni Rayuan Pulau Kelapa, Manuk Dadali dan Ramko Yambe Ramko.

Sanggar budaya PPI-ON akan tetap memperkaya diri ke depannya terlebih dengan bergabungnya anggota-anggota baru yang memiliki bakat seni yang luar biasa baik seni tari, vokal, maupun musik. Hal ini juga dalam rangka persiapan menggelar acara yang lebih besar lagi, yakni Pentas Seni Indonesia 2015 di Osaka.

Source : TribunNews
COMMENT