SHARE THIS ARTICLE

PERINGATAN: Artikel ini berisi gambar dan kata-kata kekerasan/sadis, jangan dibaca jika kmu adalah tipe orang yang sensitif.

Ketika orang sedang stres di tempat kerja, mereka mungkin pergi berjalan-jalan keluar, atau merokok. Dalam kasus satu ini, seorang perawat di Jepang, mencabuti kuku dari para pasien lanjut usia dengan suatu alat.

Akemi Sato Seorang perawat 37 tahun, yang sudah pernah menjalani kurungan di dalam penjara selama empat tahun karena kesalahannya yang telah menyalahgunakan pasien pada tahung 2006. Tapi entah bagaimana dia bisa berhasil mendapatkan pekerjaan di rumah sakit lain setelah keluar dari penjara. Selain memiliki sejarah buruk sebagai seorang perawat, yang paling mengejutkan adalah ketika karyawan lain dari rumah sakit melihat darah di kaki pasien lansia dengan kondisi kuku pasien sudah terkelupas. Dan seakan itu belum cukup memuaskan, setelah dilakukan penyelidikan di rumah sakit, mereka menemukan lebih banyak lagi pasien yang kehilangan kuku jari atau kaki mereka.

Kalian tahu, hal ini membuat saya teringat anime Higurashi (When They Cry), dimana diceritakan orang yang memiliki keiasaan mencabuti kuku orang lain hanya untuk kesenangan belaka, saya membayangkan wajah mereka ketika kukunya dicabut 😕

Bagi kamu yang belum tau Higurashi, ini tentang sekelompok anak yang tertangkap dalam beberapa pembunuhan gila. Anime ini sebetulnya diangkat dari video game yang menceritakan kisah dari berbagai sudut pandang, dimana masing-masing menampilkan pembunuhan yang berbeda. Salah satu pembunuh menyiksa korbannya dengan perangkat kecil yang dirancang untuk merobek kuku. Dan ada cerita lain yang tidak kalah sadis, yaitu seorang gadis yang memotong-motong tubuh wanita dengan kapak. Hingga akhirnya Tokai TV menghentikan penayangan anime ini setelah seorang gadis 16 tahun di Jepang melakukan serangkaian pembunuhan dengan membunuh ayahnya sendiri dan seorang polisi, dengan cara yang sama seperti di anime Higurashi.

[source: http://ani.me]

COMMENT