SHARE THIS ARTICLE

Sebuah editorial yang diterbitkan oleh Chengdu Daily News mengklaim jika Doraemon, waralaba populer berdasarkan manga karya duo Fujiko F.Fujio, dan eksibisi yang menampilkannya baru-baru ini di Cina, merupakan usaha yang dilakukan oleh Jepang untuk merusak budaya Cina.

Dalam editorial tersebut, sang penulis berkata bahwa eksibisi itu memiliki “makna tersembunyi yang mengancam”, dan bahwa tema acara mengenai respek dan persahabatan hanyalah kepalsuan, seperti tindakan Jepang. Penulis bahkan meng-klaim bahwa kartun tersebut merupakan merupakan sebuah tabir untuk mengalihkan perhatian dari tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pemerintahan Abe.

Namun, reaksi diantara pembaca Cina sangat beragam, yang terbaik, menyebut jika si penulis telah memfitnah ikon populer masa kanak-kanak tersebut.

Hubungan antara Cina dan Jepang akhir-akhir ini semakin menegang, dengan tekanan yang semakin meningkat dari masalah sengketa wilayah yang berkaitan dengan pulau Senkaku/Diaoyu dan meningkatnya keberadaan militer di Laut Cina Timur, dan tindakan pemberian hukuman dari pemerintahan Abe yang dirasa sensitif bagi orang Cina.

Source : AnimeNewsNetwork
COMMENT