Pengumuman Pemenang Dan Penutupan Tokyo International Film Festival Ke-30


Setelah 10 hari pemutaran dan acara spesial akhirnya Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-30 ditutup. Pemenang penghargaan pada TIFF ke-30 diumumkan dalam Upacara Penutupan pada hari Jumat, 3 November 2017.


Upacara dimulai dengan pengumuman empat pemenang Penghargaan Gemstone Tokyo yang pertama kali, yang dibuat untuk menghormati aktor dan aktris yang akan datang: Mayu Matsuoka (Tremble All You Want), Shizuka Ishibashi (THE TOKYO NIGHT SKY IS ALWAYS THE DENSEST SHADE OF BLUE), Adeline D’Hermy (Maryline) dan Daphne Low (AQÉRAT – We the Dead). Ishibashi, seorang penari kontemporer yang telah menerima pujian sebagai salah satu aktris muda Jepang yang paling menjanjikan.

(Ishibashi dan Daphne Low)

Pengumuman pemenang kategori utama dimulai dengan Penghargaan Japanese Cinema Splash Best Picture, yang juga sebagai satu-satunya film dokumenter, Love and Law, menceritakan kisah pasangan gay yang menjalankan firma hukum dan memperjuangkan hak untuk membesarkan keluarga. Penghargaan tersebut diterima oleh sutradara Hikaru Toda, berkomentar, “Subyek film ini menonton dengan penuh semangat di YouTube, jadi Nampak bagus untuk bisa berbagi momen ini dengan semua orang. “

Selanjutnya, upacara dilanjutkan ke Asian Future. Anggota dewan juri sangat terkesan pada film Passage of Life, film mengenai keluarga Burma yang tinggal di Jepang, disutradarai oleh Akio Fujimoto. Sang sutradara juga dianugerahi The Spirit of Asia Award oleh Japan Foundation Asia Center, sedangkan Film tersebut meraih Best Asian Future Film Award. Anggota dewan juri Nick Decampo, berkomentar: “Film ini menangkap keseimbangan antara realitas dan fiksi.

Must Read  Red Carpert dan Upacara Pembukaan Tokyo International Film Festival (TIFF)

Anggota dewan juri dan sutradara Isao Yukisada menambahkan dikarenakan diskusi juri yang penuh gairah, mereka pada akhirnya menambahkan Special Mention Award untuk film OLD BEAST– direktur pertama Zhou Ziyang’s. Anggota juri Oh Jungwan memuji film tersebut karena penggambarannya tentang masyarakat Cina modern, sang sutradara, menerima penghargaan tersebut dan berkomentar mengenai pengalamannya saat sedang melakukan syuting seorang wanita tua yang melihatnya bekerja di lokasi syuting memberikan kertas untuk meminta tanda tangannya. Sang sutradara begitu terharu melihat bahwa filmnya dapat dimengerti dengan mudah bahkan sebelum film tersebut selesai dibuat.

Kemudian pada acara utama: pemenang bagian Kompetisi TIFF. Pengumuman pertama adalah untuk Audience Award, yang masuk ke fitur Jepang yaitu film Tremble All You Want. Direktur Akiko Ooku berkata: “Film ini dibuat dalam waktu yang sangat singkat bersam dengan kru kecil, jadi saya benar-benar tidak mengharapkan bias memperoleh penghargaan ini. Rasanya seperti mimpi yang terwujud bahkan dinominasikan saya senang, apalagi menang. “

Selanjutnya Best Screenplay Award oleh WOWOW, dipersembahkan untuk film thriller Finlandia Euthanizer. Penghargaan tersebut diterima sang produser, Jani Pösö. Ia berterima kasih kepada dewan juri atas nama direktur dan Penulis skenario Teemu Nikki, ia pun bercanda, “Teemu dan saya biasanya selalu menulis scenario film bersamaan. Ini sebenarnya film pertama dia menulis tanpa saya, dan dia langsung memenangkan Penghargaan!

Penghargaan untuk Best Artistic Contribution diberikan kepada The Looming Storm, film noir yang dibuat oleh orang Cina pabrik kota di akhir 1990-an. Dong Yue, yang pertama kali menyutradarai film, nampak sangat emosional saat dia berkomentar, “Itu berkat pertunjukan yang sangat bagus sehingga saya bisa membuat film yang bisa saya banggakan.”

Must Read  Shinchan Menghadiri Acara Tahunan Tokyo International Film Festival

Pernyataan itu tampak hampir sempurna, seperti penghargaan berikutnya, Award for Best Actor, diumumkan untuk aktor utama The Looming Storm Duan Yihong. Anggota dewan juri Zhao Wei, yang membuat pengumuman, mengatakan “Kami memutuskan penghargaan ini dengan waktu yang sangat sebentar. Performa yang sangat sempurna ” Yihong berkomentar: “Membuat film tergantung pada kerja keras seluruh tim, dan saya ingin berterima kasih setiap orang yang membantu menciptakannya. “

Pemenang Award for Best Actress diberikan kepada Adeline D’Hermy untuk penampilannya di Maryline. D’Hermy, yang saat ini berada di atas panggung di Paris, mengikuti upacara tersebut melalui pesan video, mengatakan, “Saya senang Maryline mampu menjangkau khalayak penonton. “

Penghargaan untuk Sutradara Terbaik dianugerahkan kepada Edmund Yeo dari film AQÉRAT (We the Dead), yang datang kepanggung secara emosional sambil bercanda, “Saya tidak menangis, saya hanya berkeringat.”

Yeo terus mengucapkan terima kasih kepada kru kecilnya, yang dia sebut sebagai “keluarga AQÉRAT-nya”, dan TIFF, yang menyatakan, “Saya terkadang berpikir pembuatan film adalah usaha yang sepi, tapi kemudian saya datang ke festival film dan menyadari kita semua terhubung dengan cinta kita terhadap bioskop.


What's Your Reaction?

LOL LOL
0
LOL
Sugoi! Sugoi!
6
Sugoi!
Honto Ni? Honto Ni?
0
Honto Ni?
Kanashii Ne Kanashii Ne
0
Kanashii Ne
Nani Kore?! Nani Kore?!
0
Nani Kore?!
Daisuki! Daisuki!
0
Daisuki!
Kowai Kowai
0
Kowai
Kawaii~ Kawaii~
0
Kawaii~
Pilih Format
Trivia quiz
Buat pertanyaan untuk mengetahui seberapa luas pengetahuanmu
Polling
Buat polling dan ajak pembaca untuk memilih
Artikel
Original artikel atau berita seputar Jepang
Artikel List
Buat daftar atau peringkat berita seputar Jepang
Ranked List
Ranked List
Meme
Unggah gambar dan buat meme kalian di sini