Berita Jepang | Japanesestation.com

Penggemar fanatik ramen ini bersumpah akan terus mencari mie yang 'sempurna'Selama beberapa dekade, Toshio Yamamoto telah melakukan pencarian mie ramen instan yang sempurna. Dari 5.000 varietas yang telah ia cicipi ia belum dapat menemukan mie ramen instan yang sempurna yang ia berikan nilai terbaik pada skala 1 hingga 5 di website ramen-nya, i-ramen.net. Sejauh ini, mie yang mendapat nilai tertinggi menurut pria berumur 55 tahun ini adalah dengan nilai 4. Website yang dikelolanya itu menawarkan informasi rinci tentang 5.600 jenis mie yang diproduksi di sekitar 40 negara dan wilayah telah ia cicipi dan berikan peringkatnya.

Seperti dilansir dari japanbullet.com, berapa menit yang dibutuhkan untuk merebus mie, jumlah kalori, kandungan natrium, fitur-fiturnya dan tekstur mie serta rasa supnya merupakan informasi yang terdapat pada setiap entri di website-nya yang sejak diresmikan pada tahun 1996 telah dikunjungi 1,4 juta kali oleh para penggemar ramen instan di seluruh dunia.

Di YouTube sendiri video Yamamoto tentang berbagai produk mie instan telah diputar 22 juta kali. Pada bulan Agustus, Yamamoto, yang tinggal di Kamakura, Prefektur Kanagawa, juga meluncurkan buku berjudul "Sokuseki Mencyclopedia" yang diterbitkan di Taiwan dan menampilkan berbagai kemasan mie instan di seluruh dunia.

Ketika masih di sekolah dasar, Yamamoto belajar memasak dan semangatnya terhadap mie instan tumbuh sejak saat itu. Bahkan, saat di perguruan tinggi, Yamamoto memproduksi sebuah film di mana protagonisnya melakukan pencarian untuk menemukan "mi instan yang membuat orang yang menyantapnya dapat hidup abadi." Selama perjalanannya ke Prefektur Niigata, ia menemukan salah satu mie yang ia tidak ketahui sebelumnya dan perburuan mie instannya dimulai sejak saat itu.

Yamamoto mencari setiap kesempatan untuk berburu varietas baru di dalam dan di luar Jepang bahkan setelah ia bekerja sebagai seorang insinyur yang merancang peralatan listrik. Para penggemarnya di luar negeri juga kadang-kadang mengirimkannya berbagai kemasan mie. Yamamoto melihat bahwa mie instan yang dijual saat ini berbeda dari yang ditawarkan di masa lalu setelah selama bertahun-tahun mencicipi begitu banyak mie instan. Menurut Yamamoto, mie instan kemasan lebih umum di negara-negara berkembang, sementara mie cup lebih populer di negara-negara maju.

Karena khawatir terhadap kesehatannya, Yamamoto membatasi dirinya untuk memakan ramen instan tidak lebih dari lima kali seminggu. Tapi ia bertekad untuk terus mencari mie yang memiliki nilai 5 dan akan terus memakan mie untuk mencari yang sempurna.