SHARE THIS ARTICLE

Oke, saya lanjutkan cerita pengalaman saya jalan-jalan di Tokyo, Jepang. Hari Selasa tanggal 9 Juli 2013 adalah hari terakhir saya di Jepang. Tapi sebelum pulang, saya harus mengunjungi 2 tempat lagi, yaitu ke kuil Asakusa dan Tokyo SkyTree. Staf hotel memberikan saya peta agar saya tahu arah jalan menuju Asakusa, tapi pada saat mau ke sana, saya malah sempat salah arah. Untungnya ada orang Jepang yang membantu saya dan akhirnya saya bisa ke kuil Asakusa.

Ini tampak depan kuil Asakusa…

 1000571_10201841198254905_259236617_n

Perasaan saya pada saat sampai di kuil Asakusa sangat bahagia (maklum, saya adalah penganut agama Buddha) dan saya bisa sembahyang di sana. Pada awalnya saya melihat bagaimana cara orang Jepang sembahyang, ternyata harus melempar koin ke dalam kotak besar dan setelah itu sembahyang. Dalam doa saya, saya ingin kembali lagi ke Jepang tahun depan nanti. Hehe.

Ini tampak dalam kuil Asakusa Temple…

WEl5ofJ (1)

Ini altar di kuil Asakusa…

oY8j1eN

Karena cuaca yang sangat panas, saya sempat balik lagi ke hotel untuk rehat sebentar dan makan siang di hotel. Setelah istirahat dan makan siang, saya lanjutkan perjalanan ke Tokyo SkyTree, gedung tertinggi kedua di dunia ini. Saya penasaran dengan ketinggian menara ini. Jarak dari hotel ke SkyTree Tower kira-kira memakan waktu 30 menit. Saya ke sana tidak mengunakan bus melainkan jalan kaki. Karena cuaca yang sangat panas, saya beberapa kali stop dan minum air, kalau tidak saya bisa kekurangan cairan. 🙂

Agak narsis dikit karena di belakang saya adalah gedung Asahi…

GXP3m9w

Maaf kalau foto saya kurang bagus karena saya berfoto sendiri saat perjalanan ke Sky Tree Tower Tokyo hehehe….

Pada saat kami (saya bawa Panda kesayangan) sampai di SkyTree Tower..

K7hDAfC

nzxd0sR

Tinggi bukan? ^^

Harga tiket masuk SkyTree adalah 2000 Yen (sekitar Rp. 200.000). Tapi sangat worth it karena kita bisa melihat keseluruhan kawasan Asakusa. Pada awalnya saya tidak percaya bisa masuk ke Tokyo SkyTree Tower karena saya pernah mengikuti berita proses pembangunannya di TV dan bagi saya menara ini adalah tempat yang mewah sehingga saya pikir kecil kemungkinannya saya bisa datang. Ternyata bisa. ^0^

Oke, selesai sudah jalan-jalannya. Saya langsung balik lagi ke hotel untuk siap-siap. Agak sedih rasanya karena harus meninggalkan Jepang yang cukup nyaman untuk saya. Awalnya ada rasa takut dan grogi apakah saya bisa ke Jepang dengan aman, ternyata saya bisa ke Jepang dengan aman. Sendirian lagi!

Saya sudah bisa mengikuti ritme kehidupan di Jepang. Kerapiannya, keteraturannya, bahkan tata tertib di Jepang sudah bisa saya adaptasi dengan baik. “Sedikit” sekali perbedaannya dengan di Indonesia. Contohnya waktu saya tunggu bus malam di Jepang, sama sekali tidak ada orang yang menganggu. 🙂

Sedang menunggu kereta ke Bandara Haneda (tampang saya agak sedih ya)…

XpNoKer

Pada saat pesawat hendak take off meninggalkan Jepang…

SH8UYGO

Rasanya ingin cepat-cepat kembali lagi ke Jepang, karena Jepang sudah menjadi rumah kedua saya setelah Indonesia. Oh ya, selama di Jepang, saya selalu membawa nama Indonesia lho. Saya merekomendasikan ke teman-teman saya untuk mengunjungi Indonesia terutama Jakarta dan Bali. Meskipun banyak kekurangan, tentu saya bangga dengan tanah kelahiran saya.

Sekian dulu cerita pengalaman jalan-jalan saya di Jepang. Kalau ada rejeki lagi, saya mau jalan ke tempat-tempat yang belum saya kunjungi tahun depan. Hountou ni arigatou gozaimasu, mata ne minna! ^^

COMMENT