SHARE THIS ARTICLE

Pada tanggal 8 dan 9 Juli kemarin, kota Miyakonojo, Miyazaki-ken, Jepang menyelenggarakan Okage Matsuri, salah satu matsuri terbesar di kota tersebut.

Menyambut matsuri ini, banyak stand yang didirikan baik sepanjang jalan dari Torii hingga tangga jinja, maupun di sepanjang jalan antara jinja dan stasiun kereta.

Barisan stand di bawah Torii Kanbashira Jinja
Barisan stand di bawah Torii Kanbashira Jinja

Matsuri ini sendiri dibuka dengan pemberkatan oleh Kannushi (pemimpin jinja) dari Kanbashira Jinja, di mana dilakukan juga penabuhan pertama taiko raksasa yang akan diarak pada matsuri ini. Selesai acara pemberkatan, seluruh peserta matsuri yang akan mengiringi arak-arakan pun bergerak menuju halaman depan stasiun Miyakonojo, di mana arak-arakan pawai akan dimulai.

Arak-arakan yang terdiri dari omikoshi (portable temple) dan taiko raksasa yang diiringi ratusan penari, pemain taiko dan pemain suling pun kemudian miulai bergerak dari Stasiun Miyakonojo, dan berhenti sebentar di depan Cultural Hall Miyakonojo, untuk kemudian langsung menuju Kanbashira Jinja.

Chinowa - Jika melalui lingkaran ini akan menolak bala setengah tahun
Chinowa – Jika melalui lingkaran ini akan menolak bala setengah tahun
Okage Matsuri, Festival Terbesar di Kota Miyakonojo, Jepang - Penabuhan Okage Taiko
Penabuhan Okage Taiko

Sesampainya di Kanbashira Jinja, rombongan mikoshi yang terdiri dari 4 omikoshi pun melakukan berbagai macam formasi di lapangan luas tersebut, menunjukkan keterampilan dan kerjasama para pemanggulnya.

Acara kemudian berlanjut dengan pertunjukan taiko oleh beberapa kelompok taiko yang diundang oleh penyelenggara. Sedangkan di sisi lain lapangan dimulai pertunjukan kembang api yang menyedot perhatian khalayak yang datang ke matsuri ini, terutama anak-anak muda. Sementara di panggung utama, pertunjukan taiko terus berlangsung hingga matsuri selesai.

Arak-arakan omikoshi
Arak-arakan omikoshi
Pertunjukan Taiko
Pertunjukan Taiko

Melihat perayaan matsuri yang tetap meriah walau beberapa kali dicurahi hujan yang membuat penonton dan pesertanya basah kuyup ini, terlihat sekali kecintaan orang Jepang akan perayaan tradisional mereka. Sebuah semangat yang patut dicontoh, bukan?

(Text by Nom de Plume, kontributor Japanese Station yang tinggal di Jepang)
(Photos: Personal collection]

COMMENT