SHARE THIS ARTICLE

Lembaran rumput laut yang tipis ini sangat populer. Seiring dengan kepopuleran sushi, makanan khas Jepang yang dibalut nori. Nori juga dinikmati sebagai salah satu jenis camilan dengan tambahan beragam rasa.

nori

Menurut catatan sejarah, nori sudah dibuat sejak abad 7 di propinsi Fudoki Jepang. Rumpu laut dihaluskan lalu ditipiskan dan diolah seperti kertas tipis. Lembaran yang tipis ini kemudian dipotong-potong dan dipakai sebagai pembungkus sushi, taburan salad dan sup.

Kini juga banyak dijual nori yang dipanggang atau yaki nori dengan beragam rasa. Umumnya dimakan sebagai camilan atau teman minum bir dan dijual sebagai camllan siap makan. Selain itu dikenal juga Aonori atau nori bubuk.

Berupa bubuk hijau dengan aroma laut yang kuat. Dipakai sebagai topping okonomiyaki atau takoyaki. Karena berupa bubuk biasanya harganya lebih murah dari nori lembaran atau potongan.

Jenis nori cokelat, ego nori dan heba nori juga diolah menjadi makanan di berbagai wilayah Jepang. Baik nori hijau dan cokelat keduanya kaya akan antioksidan. Selain mengandung serat, juga kaya akan vitamin A, B, K dan serat.

Karena dikonsumsi tiap hari nori memberi manfaat kesehatan pada masyarakat Jepang. Berupa umur panjang, tubuh langsing dan kulit mulus. Tak heran jika kini nori sangat populer karena makin banyak dikonsumsi orang di dunia.

Umumnya nori dijual dalam bentuk lembaran dengan keterangan untuk sushi atau camilan. Dikemas dalam plastik dan mudah ditemui di toko makanan Jepang atau pasar swalayan besar. Harganya juga tak terlalu mahal. Jika tak habis dipakai nori sebaiknya dikemas dalam wadah kedap udara. Karena mudah menyerap udara dan menjadi melempem atau lembap.

Source : food.detik.com
COMMENT