SHARE THIS ARTICLE
image: Craig Mod/Spoon & Tamago
image: Craig Mod/Spoon & Tamago

Kembali ke Jepang pada  120 tahun yang lalu, Moyashi House Kyoto hanyalah rumah gudang biasa untuk menumbuhkan bibit koji demi keperluan sake, miso dan kecap. Namun kepedulian dari satu grup kecil manusia mampu melestarikan peninggalan tersebut dan membuatnya mampu dinikmati oleh generasi yang akan datang.

image: Craig Mod/Spoon & Tamago
image: Craig Mod/Spoon & Tamago
image: Craig Mod/Spoon & Tamago
image: Craig Mod/Spoon & Tamago

Adalah dua perempuan bersaudara dan satu teman kuliah yang menjadi motor penggerak pelestari Moyashi House. Bersama-sama mereka mempertahankan struktur asli rumah era 1800-an tersebut dan menyulapnya. Ruangan gudang yang semula digunakan untuk menyimpan bibit koji menjadi ruang serba bisa segala keperluan, seperti seminar dan resepsi.

image: Craig Mod/Spoon & Tamago
image: Craig Mod/Spoon & Tamago
image: Craig Mod/Spoon & Tamago
image: Craig Mod/Spoon & Tamago

Biji gandum ini disebut Moyashi, sebuah kata kerja yang juga berarti pertumbuhan tanaman ataupun bunga,” jelas sang pemilik. Karenanya tidak heran bila Moyashi House Kyoto dapat digunakan untuk keperluan resepsi ataupun penginapan di mana para pengunjung bisa datang beramai-ramai dan membuat sebuah harapan baru untuk masa depan.

image: Craig Mod/Spoon & Tamago
image: Craig Mod/Spoon & Tamago

Menurut Craig Mod yang pernah mencoba tinggal di sana, rumah Jepang kuno ini mampu mengakomodir 3 sampai 6 orang sekaligus dengan tidur berjejer-jejer di atas tatami dan bernostalgia dengan aura Jepang di zaman dahulu. Berminat mencicipi rumah Jepang kuno ini?

Source : spoon-tamago.com
COMMENT