SHARE THIS ARTICLE

Jepang merupakan negara yang sangat mencintai dan menjunjung tinggi budaya leluhurnya, hal itu dibuktikan sampai saat ini masyarakat Jepang masih merayakan festival yang sudah ada beratus-ratus tahun yang lalu, kimono dan yukata yang masih populer dikalangan anak muda dan salah satu yang paling populer sampai sekarang adalah desain interior dari rumah tradisionalnya.

Rumah tradisional Jepang terdiri dari beberapa ruangan utama, yaitu Washitsu (ruang serba guna yang dapat digunakan sebagai ruang tamu,kamar tidur dan ruang keluarga), Genkan (area pintu masuk), dapur dan washiki (toilet).

Washitsu adalah ruang beralaskan tatami dalam bangunan tradisional Jepang. Ada beberapa aliran dalam menyusun tatami sebagai alas lantai. Dari jumlah tatami yang dipakai dapat diketahui ukuran luas ruangan. Dari sejumlah washitsu yang ada di dalam bangunan (rumah) terdapat satu washitsu utama.

Setiap ruangan bisa menjadi ruang tamu, ruang makan, belajar, atau kamar tidur. Hal ini dimungkinkan karena semua perabotan yang diperlukan adalah portabel, yang disimpan dalam oshiire (bagian kecil dari rumah yang digunakan untuk penyimpanan).

450px-Old_okada_house05_800
contoh washitsu pada rumah tradisonal Jepang

Fungsi washitsu berubah bergantung kepada alat rumah tangga yang dipakai. Washitsu berubah menjadi ruang belajar bila diletakkan meja. Washitsu menjadi ruang tidur bila diletakkan futon (matras tidur). Meja besar dikeluarkan bila washitsu ingin digunakan untuk jamuan makan. Ada 2 macam benda yang dapat digunakan untuk memberikan sekat-sekat pada washitsu, yaitu fusuma dan shoji.

Fusuma adalah panel berbentuk persegi panjang yang dipasang vertikal pada rel dari kayu, dapat dibuka atau ditutup dengan cara didorong. Kegunaannya sebagai pintu dorong atau pembatas ruangan pada washitsu.

Seperti halnya shoji, fusuma dipasang di antara rel kayu, rel bagian atas disebut kamoi dan rel bagian bawah disebut shikii. Rangka dibuat dari kayu dan kedua sisi permukaannya dilapis dengan washi, kain (serat alami atau serat sintetis), atau vinil. Bila kertas pelapis sudah rusak atau sekadar ingin berganti suasana, kertas lama bisa dilepas dan diganti dengan kertas baru. Kedua belah permukaan fusuma dipasangi hikite yang berfungsi seperti pegangan pintu sewaktu mendorong fusuma.

Perbedaan antara fusuma dan shoji adalah fusuma tidak dapat ditembus cahaya sedangkan shoji dapat ditembus cahaya.

Fusuma-Japanese_art-Ryan-ji-image-Copy
contoh fusuma pada rumah tradisional Jepang

18216_0_8-6003-asian-family-room-Copy
contoh shoji pada rumah tradisional Jepang

Sandal rumah harus dilepas sebelum memasuki washitsu. Lantai washitsu berupa tatami. Tatami adalah semacam tikar yang berasal dari Jepang yang dibuat secara tradisional. Tatami dibuat dari jerami yang sudah ditenun, namun saat ini banyak tatami dibuat dari styrofoam. Tatami mempunyai bentuk dan ukuran yang beragam, dan sekelilingnya dijahit dengan kain brokade atau kain hijau yang polos. Pada mulanya, tatami merupakan barang yang mewah yang dimiliki orang kaya. Saat itu hampir rumah setiap orang miskin tidak memiliki lantai, melainkan tikar. Tatami kemudian menjadi populer di abad ke 17.

PICT0148c-Copy
contoh tatami

Salah satu ciri rumah Jepang lainnya adalah genkan. Genkan adalah tempat di mana orang melepas sepatu mereka. Atau apabila pada rumah modern biasa disebut foyer. Ketika mereka melepaskan sepatu mereka, orang-orang melangkah naik ke lantai yang lebih tinggi dari genkan. Di samping genkan terdapat sebuah rak atau lemari disebut Getabako di mana orang-orang dapat menyimpan sepatu mereka. Sandal untuk dipakai di rumah juga tersimpan di sana.

102403SatoHouseGenkan-Copy

5Genkan
contoh genkan (area pintu masuk)

Toilet tradisional Jepang (washiki) adalah kloset jongkok -juga dikenal sebagai kloset Asia. Kebanyakan kloset jongkok di Jepang terbuat dari porselen. Para pengguna toilet di Jepang kebalikan dari Indonesia di mana mereka menghadap ke dinding di belakang toilet pada gambar yang terlihat di bawah.

Kloset jongkok dibagi menjadi dua jenis: kloset yang berada di permukaan lantai, dan kloset yang berada di bagian lantai yang ditinggikan sekitar 30 cm. Yang terakhir ini lebih mudah digunakan bagi kalian untuk buang air kecil sambil berdiri.

357389139lWynWL_fs-Copy
contoh toilet pada rumah tradisional Jepang

450px-JapaneseSquatToilet

Ada dua jenis dapur di rumah tradisional Jepang, yang pertama dengan tungku dan yang kedua dengan cara digantung. Kedua cara ini sama-sama menggunakan kayu bakar.

800px-Japanese_Traditional_Hearth_L4817

800px-Traditionelle_japanische_Haushaltsgegenstnde_III-Copy
contoh dapur pada rumah tradisional Jepang

Dalam taman Jepang tidak dikenal garis-garis lurus atau simetris. Taman Jepang sengaja dirancang asimetris agar tidak ada satu pun elemen yang menjadi dominan. Bila ada titik fokus, maka titik fokus digeser agar tidak tepat berada di tengah. Taman Jepang berukuran besar dilengkapi dengan bangunan kecil seperti rumah teh, gazebo, dan bangunan pemujaan (kuil). Di antara gedung dan taman kadang-kadang dibangun ruang transisi berupa beranda sebagai tempat orang duduk-duduk. Dari beranda, pengunjung dapat menikmati keindahan taman dari kejauhan.

Walaupun elemen-elemen dasar dan prinsip yang mendasari desain taman dapat berbeda-beda, tema-tema tertentu dapat dijumpai di berbagai jenis taman. Tema-tema yang umum adalah kombinasi dari elemen-elemen dasar seperti batu-batu, pulau kecil, dan pepohonan untuk melambangkan kura-kura dan burung jenjang yang keduanya merupakan lambang umur panjang di Jepang. Pulau kecil di tengah kolam dibangun seperti bentuk kura-kura atau diletakkan batu yang melambangkan kura-kura di tepian. Tema lain yang populer adalah Gunung Fuji atau miniatur lanskap-lanskap terkenal di Jepang.
Taman Jepang memiliki elemen dasar antara lain air (melambangkan kesucian dan kehidupan), tanaman (melambangkan keabadian), dan batu (melambangkan alam). Batu adalah elemen terpenting dalam taman karena dapat dipakai untuk melambangkan pegunungan, garis pantai, dan air terjun.

800px-Kyoto-Ryoan-Ji_MG_4512

landscape-design-background-zen-garden-Kyushu-Japan-e-chan-a
contoh taman pada rumah tradisional Jepang

Setelah sedikit mengintip desain interior rumah tradisional Jepang yang unik, alangkah baiknya mulai sekarang kalian menyisihkan sedikit uang  untuk merombak interior rumah kalian, kecuali jika kata mainstream sudah melekat pada diri dan rumah kalian.

Source : kurotoao.wordpress.com
COMMENT