SHARE THIS ARTICLE

joshi-kai

Joshi-kai” berarti pertemuan khusus untuk para gadis/wanita saja. “Joshi-kai” mengacu pada makan-makan di luar hanya dengan teman-teman wanita (tidak ada pria yang diperbolehkan ikut). Dikatakan bahwa “joshi-kaiJepang berasal dari sebuah drama TV Amerika yang sangat populer, Sex and the City. Dalam drama tersebut, karakter utama wanitanya sering bergaul dengan teman-teman dekatnya sesama wanita di berbagai restoran khusus di kota New York. Banyak wanita Jepang yang tertarik oleh gaya hidupnya (dan teman-temannya). Dan beberapa waktu kemudian, kata “joshi-kai” mulai digunakan di banyak majalah mode. Dan banyak restoran, hotel, dan fasilitas hiburan lainnya yang mulai menampilkan berbagai menu joshi-kai.

Kini, kalian (terutama jika kalian adalah seorang pria) mungkin bertanya-tanya apa yang para wanita lakukan di joshi-kai. Jawabannya cukup sederhana. Mereka hanya makan, minum, bercakap-cakap, dan mem-posting foto-foto joshi-kai mereka yang bahagia pada halaman Facebook mereka. Setiap anggota kelompok joshi-kai berkontribusi untuk percakapan dan yang lain hanya mengatakan “Yeaaaah! Saya mengerti!“(Bahkan jika mereka tidak benar-benar mengerti). Ya, itulah cara para wanita berbicara! Tidak ada kesimpulan yang diperlukan untuk percakapannya.

Dengan berjalannya waktu, gaya joshi-kai telah mulai mengkhususkan tujuannya; joshi-kai berfoto ala tuan putri, joshi-kai yoga, joshi-kai makanan organik, joshi-kai membaca puisi, joshi-kai kartu tarot, dll. Kedengarannya menyenangkan? Sebagian besar pria dan wanita biasanya mencari berbagai kepentingan mereka di daerah-daerah yang berbeda, dan tema-tema joshi-kai ini mungkin paling menyenangkan bagi para wanita. Fenomena sosial joshi-kai tidak hanya sekedar tren lagi; itu telah berakar dalam kehidupan para wanita Jepang, dan akan terus berkembang.

Source : japanstyle.info
COMMENT