SHARE THIS ARTICLE

nosebleed-anime-character-japan

Setiap penggemar anime atau manga akan memberitahu Anda bahwa adegan para karakter yang mendadak menderita mimisan sporadis ketika mereka sedang terangsang secara seksual bukan hal yang tidak biasa dalam karya-karya yang dibuat di Jepang.

Seorang karakter laki-laki melihat secara sekilas seorang gadis menanggalkan pakaiannya, seorang gadis yang disukainya mengedipkan mata secara menggoda padanya, seorang karakter laki-laki tersandung dan wajahnya berada beberapa inci dari dada karakter perempuan tersebut, hasilnya selalu sama- wajah mereka memerah dan diikuti oleh mimisan yang memancar.

Gagasan bahwa gairah atau semangat menyebabkan hidung berdarah (hanaji) bukan hanya bagian dari ikonografi anime atau manga saja. Hal ini juga menjadi semacam cerita lama. Tapi apakah itu benar?

Menurut Dr. Kouichirou Kanaya, seorang spesialis telinga, hidung dan tenggorokan di Klinik Kaneyama, prefektur Yamaguchi, “Itu benar bahwa tekanan darah naik ketika kita terangsang secara seksual, dan itu didokumentasikan dengan baik, tetapi tidak ada hubungan antara gairah semacam ini dengan mimisan.”

Mimisan biasanya dimulai karena kerusakan septum, menurut sang dokter, itulah sebabnya mengapa begitu banyak anak kecil yang tidak bisa menjaga jari-jari mereka dari lubang hidungnya dan sering bisa dilihat di kantor perawat sekolah dengan tisu yang menyumbat lubang hidung mereka.

Jadi mengapa kita sering melihat hal ini terjadi di anime dan manga?

Dr. Kouichirou memiliki teori tentang itu:

“Di masa lalu, orang-orang seperti pegulat profesional sengaja akan menyebabkan luka kecil di dahi mereka untuk membangun ketegangan dan suasana di pertandingan. Saya hanya bisa membayangkan bahwa ide rangsangan ekstrim dan kelebihan energi tersebut digambarkan dengan cara yang sama dengan mimisan, dan hal itu muncul menjadi metode yang diterima yang mewakili perasaan itu.”

Sang dokter menambahkan, “Hidung berdarah mungkin digunakan untuk menunjukkan dengan cara yang ampuh betapa besarnya perubahan yang disebabkan oleh gairah seksual.” Dan dalam manga, tampaknya sering menjadi kode untuk ejakulasi.

Bukan hanya karakter laki-laki, dalam beberapa judul anime, karakter perempuan pun bisa mimisan dalam keadaan tertentu

Kiasan ini sangat banyak muncul di Jepang, di seluruh budaya populer negara tersebut dan dengan berbagai nuansa dalam anime dan manga. Ini bukan kiasan baru dan telah ada selama bertahun-tahun.

Mangaka Yasuji Tanioka diyakini menjadi yang pertama yang memperkenalkan motif tersebut dengan manga awalnya pada tahun 1970-an berjudul Yasuji no Mettameta Gaki Dou Kouza. Mangaka lainnya menyukai ekspresi tersebut dan mulai mereplikasi dalam karya mereka sendiri.

Source and edited from: kotaku.com & en.rocketnews24.com

image source: www.crunchyroll.com, animepicks.co.uk, tumblr, etc

COMMENT