SHARE THIS ARTICLE

Di Jepang, kota yang terkenal sebagai pusat budaya adalah Kyoto, yang di periode Jepang Kuno, merupakan pusat pemerintahan Kaisar. Tapi, ternyata peninggalan masa lalu Jepang Kuno tidak semuanya berada di Kyoto. Buktinya, terdapat “mesin waktu” istimewa di kawasan populer Tokyo, Shibuya.

Nama tempat itu Kyu Asakura House. Dibangun tahun 1919 di era Taisho, rumah kuno tersebut merupakan peninggalan turun-temurun keluarga Asakura.

kyuasakurahouse (2)
Taman di Rumah Asakura, Shibuya, Jepang (RocketNews24)

Seperti layaknya keluarga bangsawan di era Taisho, Torajiro Asakura, sang pendiri, membangun rumahnya dengan formasi arsitektural lengkap, termasuk di dalamnya, pendopo untuk tempat pertemuan.

Torajiro Asakura sendiri pada waktu itu merupakan Ketua Perkumpulan Warga Perfektur Tokyo sekaligus Ketua Perkumpulan Warga Shibuya. Karena itu, pendopo di rumahnya merupakan bagian penting dalam kegiatan sehari-harinya.

Mengingat sejarah yang terukir di rumah tersebut, Pemerintah Jepang meresmikan Kyu Asakura House sebagai Properti Budaya Penting pada 2004, dan kini dibuka untuk umum.

kyuasakurahouse (3)
Rumah Asakura dibangun di era Taisho pada tahun 1919 dan dijadikan Properti Budaya Penting oleh pemerintah Jepang pada tahun 2004. FOTO: RocketNews24

Yang menjadikan Kyu Asakura House istimewa tentu saja nuansa berbeda yang ditawarkan begitu kaki melangkah ke gerbang depan. Kontras dengan suasana hiruk pikuk kota besar, halaman Kyu Asakura House begitu tenang, terutama dengan desain dan tata letak yang menggambarkan era Taisho secara kental.

Selain itu, rumah tersebut juga selamat dari bencana gempa bumi besar, yakni gempa bumi Kanto pada 1923 serta saat Perang Dunia II merambah Tokyo, yang membuktikan bahwa bahkan di era Taisho, para arsitek Jepang sudah menguasai tehnik membangun rumah tahan gempa.

Namun yang menjadi primadona di Kyu Asakura House adalah tamannya. Dibangun serupa dengan taman kerajaan di era Taisho, Rumah Asakura punya ruang terbuka hijau yang begitu luas dan indah, lengkap dengan jalan setapak, danau serta barisan lampion yang akan mempercantik taman di malam hari.

kyuasakurahouse (4)
Taman Maple di Rumah Asakura yang menjadi primadona pengunjung di musim gugur. FOTO: RocketNews24

Hebatnya, seluruh tanaman di taman tersebut diseleksi secara ketat yang tumbuh berdasarkan musim, seperti bunga azalea yang akan serentak mekar di musim semi dan pohon maple yang akan berwarna keemasaan di musim gugur.

Tentu saja tidak gratis memasuki Kyu Asakura House, namun tiket untuk menikmati era Jepang kuno ini cukup terjangkau, yakni 100 yen atau setara Rp 10 ribu untuk orang dewasa dan 50 yen atau Rp 5 ribu untuk anak-anak. Sementara untuk lansia dan penyandang cacat, bisa memasuki rumah bersejarah tersebut dengan cuma-cuma.

Source : life.viva.co.id
COMMENT