SHARE THIS ARTICLE

w3-acl-a-20140403-870x636

Pada rabu malam (2/4) silam, klub peserta J-League, Yokohama F. Marinos, mengawali perjalanan mereka di Asian Champion League dengan baik. Mereka berhasil mengalahkan Melbourne Victory 3-2. Marinos sendiri berada di grup G.

Sementara itu, sesama mereka di J-League, Cerezo Osaka, juga meraih hasil yang cukup memuaskan. Cerezo berhasil menahan 2-2 Buriram United – wakil Thailand – di grup E.

Kembali ke soal Marinos.

Di Nissan Stadium, Jepang, James Troisi membuat gembira para pendukung Melbourne Victory lewat aksinya di kotak penalti. Sayang. Marinos berhasil membalas lewat Ito Sho dan Nakamachi Kosuke, yang memanfaatkan lemahnya pertahanan Melbourne. Lalu Hyodo Shingo pun menambahkan keunggulan Marinos beberapa saat setelah James Jeggo ditarik  pelatih Melbourne.

Hasil ini jelas menumbuhkan harapan bagi anak asuh Higuchi Yasuhiro, karena berhasil meraih empat poin dari Melbourne, yang poinnya juga sama. Sementara itu wakil Korea Selatan, Jeonbuk Motors dan juara bertahan, Guangzhou Evergrande dari China, mendapatkan tiga poin. Yang mana, Jeonbuk berhasil mengalahkan Guangzhou 1-0.

Kami tahu berada dalam posisi terpojok dan saya senang kita menang,” kata Ito. “Kami awalnya menyerah dan hanya ingin kembali ke permainan. Golku datang di waktu yang tepat.”

Marinos sendiri hanya mengambil satu poin dari tiga pertandingan terdahulu. Apalagi selasa dua minggu lalu, mereka kalah 0-1 dari Melbourne lewat Kosta Barbarouses. Pemegang trofi Emperor’s Cup itu sungguh memulai awal yang buruk.

Menilik kembali laganya, bek Hyodo telah ditugaskan untuk menahan laju Jason Geria dan Troisi. Sehingga tak berkutik di depan kiper Marinos kiper Enomoto Tetsuya.

Bek Marinos, Nakazawa Yuji beradu kepala dengan Lawrence Thomas selama sepuluh menit. Pihak tuan rumah beruntung memegang kendali atas jalannya babak pertama.

Bola lambung Ogura Shohei mengarah lurus pada Ito, yang diselesaikan dengan lob manis yang melewati kepala Thomas.

“Saya berbicara pada Ogura soal memainkan bola seperti itu dan dia memberi saya umpan yang cantik. Saya melihat di mana kiper berada, dan ke sanalah saya menendangkan bola.” kata Ito.

Thomas benar-benar buruk. Kiper itu gagal menangkap bola yang datang dari arah kiri. Sementara Broxham hanya bisa menahan dengan overhead kick, dan Nakamachi menendang dari jarak 10 meter.

Marinos memiliki penalti yang gagal setelah mantan pemain Celtic, Nakamura Shunsuke gagal. Tendangannya hanya mengenai mistar.

Thomas menebus kesalahannya dengan melakukan penyelamatan dari serangan Hyodo dan Nakamura. Tapi pihak lawan juga memiliki penyelamatan bagus yang dilakukan oleh Enomoto. Pemain Marinos juga berhasil membuat kedudukan 3-1 di menit-menit tersisa. Masih ada waktu untuk Jeggo (julukan Melbourne, red), tapi Marinos yang mengambil jatah tiga poin.

Marinos kalah waktu tandang lawan Jeonbuk dan harus berhadapan dengan tim Korea Selatan itu lagi pada 15 April nanti.

Kita tahu kita harus menang berturut-turut, tapi kita hanya sedang membicarakan tiap pertandingan yang menunggu. Kita kalah di pertandian pertama (lawan Jeounbuk) dan kita akan balas.” kata Ito.

Sementara itu, wakil Jepang lainnya, Cerezo memiliki lima poin, Buriram dua, Shandong Luneng (China) dan Pohang Steelers (Korea Selatan) masing-masing memiliki lima poin.

Source : japantimes.co.jp
COMMENT