Mantan Eksekutif Dentsu Tidak Dituntut Atas Kasus Bunuh Diri Akibat Karoshi yang Dilakukan Bawahannya

1 min


Pengadilan kasus bunuh diri akibat karoshi atau terlalu banyak bekerja seorang karyawan perusahaan advertising Jepang, Dentsu bernama Matsuri Takahashi yang terjadi pada tahun 2015 masih berlangsung hingga tahun ini. Laporan Fuji News Network tanggal 27 Juli lalu, melaporkan bahwa Komite Pemeriksaan Penuntutan pada pekan lalu telah memvalidasi keputusan untuk tidak menuntut mantan karyawan Dentsu atas bunuh diri seorang bawahan setelah ia mencatat jam lembur yang cukup tinggi.



Dilansir dari berbagai sumber, pada tanggal 27 Juli 2018, komite memutuskan bahwa keputusan oleh Kantor Penuntut Umum Distrik Tokyo pada tahun 2017 untuk tidak menuntut mantan eksekutif atas kasus bunuh diri Matsuri Takahashi, 24 tahun, adalah sah. “Pelanggaran waktu lembur serupa terjadi di seluruh perusahaan, dan langkah-langkah yang dapat diambil oleh setiap individu dalam organisasi perusahaan juga terbatas,” kata komite.

Matsuri Takahashi mengakhiri hidupnya saat bekerja di Dentsu dengan cara melompat dari lantai atas asramanya, pada tahun 2015 silam. Dia kemudian ditemukan memiliki catatan sekitar 100 jam lembur selama beberapa bulan terakhir. Tahun berikutnya, salah satu agen tenaga kerja pemerintah memutuskan bahwa kasus bunuh diri Takahashi adalah kematian karena terlalu banyak bekerja, atau karoshi.



Bulan Desember 2016, polisi merujuk kasus tersebut ke Kantor Penuntut Umum Distrik Tokyo atas pelanggaran Undang-Undang Standar Perburuhan. Namun, jaksa memutuskan bahwa hukuman itu tidak beralasan karena tindakan mantan pengawas, yang meninggalkan perusahaan pada tahun 2017, tidak termasuk ke dalam hal membahayakan yang dilakukan secara sengaja. Di bulan Oktober 2017, Pengadilan Tokyo memerintahkan Dentsu untuk membayar denda sebesar 500.000 yen atas lembur ilegal oleh karyawan, termasuk Takahashi.

Perusahaan advertising Dentsu sendiri telah membuat kebijakan baru di lingkungan kerjanya dengan melakukan pemadaman listrik setelah jam kerja selesai. Mulai dari pukul 10 malam hingga pukul 5 pagi listrik di gedung harus dimatikan. Hal ini dimaksudkan agar karyawan dapat mengurangi jam lembur mereka, dan secara tidak langsung pihak Dentsu memberitahukan kepada para karyawan agar tidak melupakan waktu istirahat mereka.

Source : tokyoreporter.com


What's Your Reaction?

LOL LOL
25
LOL
Sugoi! Sugoi!
38
Sugoi!
Honto Ni? Honto Ni?
64
Honto Ni?
Kanashii Ne Kanashii Ne
82
Kanashii Ne
Nani Kore?! Nani Kore?!
89
Nani Kore?!
Daisuki! Daisuki!
101
Daisuki!
Kowai Kowai
115
Kowai
Kawaii~ Kawaii~
50
Kawaii~
Choose A Format
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes