SHARE THIS ARTICLE

TOKYOLITE PRESENTS AVENUETokyolite, band funk-pop asal bogor baru saja merilis debut album mereka pada 14 Februari 2015, yang berjudul “Avenue“. Album ini berada di bawah naungan The Lite Records dan diproduseri oleh Tokyolite dan co-produced oleh Indra Aryadi. Debut album ini berkolaborasi dengan beberapa musisi yang sudah lama malang melintang di dunia musik seperti Krishna Balagita (ex- ADA band), Dennis Junio (Barry Likumahuwa Project), Jalu Pratidina (Iwan Fals) dan Ringga Mahardika.

Dua single dari album “Avenue” yang berjudul “Jangan” dan “Consolation Prize” telah terlebih dahulu dirilis pada November 2014 dan dapat didengar di beberapa jejaring sosial. Sebelumnya “Consolation Prize” sendiri sudah pernah mengudara secara live di Fuji TV Jepang pada 2013 lalu, dan mendapat pujian dari penikmat musik dalam maupun luar negeri.

Album “Avenue” dikerjakan selama tiga bulan dan direkam secara live demi memberikan esensi organik serta mempertahankan unsur “Jam session”. Bagi Tokyolite, bisa dibilang album ini merupakan sebuah pencapaian baru, karena mereka berusaha memberikan karya yang jauh lebih explorative dan berbeda dari karya-karya sebelumnya. Menarik benang merah dari berbagai genre musik seperti rock, funk, pop, jazz, hip hop, bahkan grunge, album ini seperti sebuah “blue print” dari masing-masing referensi musik Tokyolite dan merupakan petualangan baru yang dapat memberikan sensasi berbeda dari debut EP mereka bertajuk “Hello” yang dirilis pada tahun 2013 lalu. Dalam pendistribusiannya Tokyolite bekerja sama dengan beberapa store dan website ternama baik dalam maupun luar negeri, album ini dapat diperoleh secara langsung dalam bentuk fisik maupun online.

Tokyolite sendiri bukanlah nama baru dalam skema musik indie bogor dan sekitarnya. Band yang berdiri di tahun 2009, dengan beranggotakan Stevan (vokal, gitar)  dan Alexander Bramono (bass, synthesizer) ini, sudah cukup lama malang melintang dan mencicipi berbagai macam panggungan lintas genre seperti Java Jazz Festival, JakJazz Festival, Trisakti Blues Festival, bahkan acara festival musik internasional dan masih banyak lagi. Band ini tidak hanya puas dengan hasil rekaman saja, namun juga selalu berusaha membuat improvisasi yang menarik di setiap pertunjukkan live mereka. Hal tersebutlah yang membuat band ini sedikit demi sedikit mendapatkan following dari pecinta musik dalam maupun luar negeri. Tokyolite juga menjalinan kerjasama distribusi online untuk mini album pertama mereka bertajuk “Hello” yang dirilis dengan melibatkan net-label lintas negara, Senzu Records (US) dan Positive Records (JPN).

Tidak hanya berhenti pada kerjasama untuk rilisan saja, Tokyolite juga sempat merilis dua album remix, AS NEVER WANT REMIXES MORE (2013) yang dirilis via dua net label negeri matahari, Positive Records dan Handcraft Records.

Di tahun 2013 Tokyolite sempat diundang dua kali untuk tampil di salah satu acara sebuah stasiun TV ternama di Jepang, dan mendapat respon positif dari pemerhati musik dalam dan luar negeri. Salah satu band indie rock tersohor asal jepang, The Band Apart, bahkan menunjukkan ketertarikan mereka pada musik Tokyolite, mereka mengundang untuk jamming bersama di studio mereka di sela-sela kunjungan Tokyolite ke Jepang. Musisi tersohor lainnya seperti GACKT juga terang-terangan menunjukkan ketertarikannya kepada Tokyolite lewat sebuah wawancara di stasiun TV jepang.

UNTUK INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI

booking contact
[email protected]
Alexander Bramono +62 812 153 063 98
Stevan Arianto +62 856 9543 9095

Japan booking contact
Hayashi Kenji [email protected]

twitter: @tokyoliteband
facebook: http:/facebook.com/tokyolite
youtube: thelitepeople

COMMENT