SHARE THIS ARTICLE

Shuujoshi (終助詞 / しゅうじょし) adalah partikel yang diletakkan pada akhir kalimat. Wanita Jepang sering menggunakan shuujoshi sebagai akhiran untuk mencirikan sisi feminitasnya. Selain sebagai ciri feminitas, pemakaian partikel akhiran ini sering dipakai wanita Jepang untuk menekankan ekspresi pembicara, larangan, pertanyaan atau keragu-raguan, harapan atau permintaan, penegasan, perintah, dan sebagainya. Biasanya akhiran ini digunakan wanita Jepang ketika membicarakan masalah seputar wanita. Partikel apa saja ya? Mari kita coba lihat contohnya!

• わ (wa)

Partikel ini memberikan efek lembut dan jelas. Biasa dipakai untuk menunjukkan emosi.
あたしは もう 泣(な)かないわ!
(Atashi wa mou nakanai wa!)
Aku tidak akan menangis lagi!

• の (no)

Selain melembutkan dan menegaskan. Partikel ini bisa juga mengindikasikan pertanyaan.
1) きょうは ちょっと いそがしいの。
(Kyou wa chotto isogashii no.)
Hari ini agak sibuk.
2) あなたは もうすぐ かえるの?
(Anata wa mou sugu kaeru no?)
Apa kau sudah mau pulang?

• ね (ne)

Partikel ini dipakai untuk mengkonfirmasi sesuatu.
きょうは いい天気(てんき) ですね。
(Kyou wa ii tenki desu ne.)
Cuaca hari ini cerah ya.

• よ(yo)

Penegasan secara halus.
弱気(よわき)に なっちゃ ダメだよ。
(Yowaki ni naccha dame yo.)
Ga boleh jadi orang yang lembek ya.

• かしら (kashira)

Dipakai ketika menyatakan keragu-raguan.
かれは もう 帰(かえ)ったの かしら…。
(Kare wa mou kaetta no kashira…)
Aku ragu apa dia sudah pulang atau belum…

Shuujoshi di atas memang dipakai wanita Jepang untuk menunjukkan sisi kewanitaannya. Tetapi beberapa dipakai juga baik wanita dan pria dalam percakapan sehari-hari. Namun dalam bahasa Jepang bukan saja wanita, pria pun punya gaya bahasa tersendiri loh untuk menunjukkan kejantanannya, yaitu Danseigo.

Tapi pasti teman-teman pernah mendengar Shuujoshi ini diucapkan oleh karakter wanita dalam drama atau anime kan? Untuk para pria, jangan asal menirukan ya… lol

(Text by: _Merry_)
(Featured image: Ⓒ Japanese Station)
Learning Japanese Supported By: Aki no Sora

COMMENT