SHARE THIS ARTICLE

Team JS berkesempatan untuk menghadiri Opening Ceremony Kyoto International Film and Art Festival yang diadakan di Nijo Castle yang merupakan salah satu situs warisan dunia kemarin (13 Oktober 2016). Walau baru saja menjejaki tahun ketiganya, KIFF telah menjadi salah satu film festival yang paling menarik di Jepang. Tidak hanya film, KIFF juga menawarkan seni sebagai salah satu cara untuk mengangkat seniman lokal ke dunia international. Ini bisa dilihat dari motto mereka yaitu “film, seni dan hal-hal lainnya.”

kyoto-international-film-and-art-festival-2016-mengangkat-potensi-kyoto-melalui-perfilman-dan-seni-4

kyoto-international-film-and-art-festival-2016-mengangkat-potensi-kyoto-melalui-perfilman-dan-seni-1

kyoto-international-film-and-art-festival-2016-mengangkat-potensi-kyoto-melalui-perfilman-dan-seni-2

Tahun ini KIFF mengangkat tema “Kyoto Agaru Agaru” yang berarti “Kyoto naik dan naik” dalam semangat untuk menaikkan Kyoto sebagai pusat perfilman dan seni di Jepang. Seperti yang disebutkan oleh Ichiya Nakamura selaku Chairman dari Executive Committee KIFF pada pidato pembukaannya di upacara pembukaan KIFF. Beliau juga mengatakan bahwa secara unik Kyoto terus mengembangkan budaya pop melalui film, game dan juga anime dengan tetap menjaga budaya dan sejarah tradisional mereka selama 1200 tahun.

Turut memberi sambutan pada upacara pembukaan adalah Sadao Nakajima yang mengatakan bahwa Kyoto adalah “kampung halaman” perfilman di Jepang. Dulu Kyoto sempat menjadi pusat perfilman yang bisa disandingkan dengan Tokyo. Walaupun posisi tersebut mulai menghilang, dengan adanya KIFF ini diharapkan agar Kyoto bisa meraih kembali posisi sebagai pusat perfilman Jepang.

Hadir juga untuk memberikan sambutan yaitu Walikota Kyoto, Daisaku Kadokawa yang mendukung sepenuh hati tentang diadakannya KIFF yang telah memasuki tahun ketiga ini. Beliau percaya bahwa KIFF bisa berkembang secara signifikan di masa mendatang dan juga bisa menghembuskan angin segar ke seni dan budaya tradisional serta bisa membaur dengan pesona Kota Kyoto.

kyoto-international-film-and-art-festival-2016-mengangkat-potensi-kyoto-melalui-perfilman-dan-seni-7

kyoto-international-film-and-art-festival-2016-mengangkat-potensi-kyoto-melalui-perfilman-dan-seni-6

kyoto-international-film-and-art-festival-2016-mengangkat-potensi-kyoto-melalui-perfilman-dan-seni-5

kyoto-international-film-and-art-festival-2016-mengangkat-potensi-kyoto-melalui-perfilman-dan-seni-3

kyoto-international-film-and-art-festival-2016-mengangkat-potensi-kyoto-melalui-perfilman-dan-seni-11

Mengikuti tradisi di tahun sebelumnya, KIFF 2016 juga mengadakan Shozo Makino Award yang merupakan penghargaan kepada sineas yang berkontribusi terhadap perkembangan perfilman Jepang. Tahun ini penghargaan dimenangkan oleh Masahiro Shinoda yang telah menyutradarai banyak film Jepang, di antaranya adalah Setouchi Moonlight Serenade, Double Suicide (1969) dan Pale Flower (1964). Turut hadir untuk mempersembahkan penghargaan Shozo Makino Award kepada Masahiro Shinoda adalah Kyozo Nagatsuka yang merupakan pemeran utama film Setouchi Moonlight Serenade.

kyoto-international-film-and-art-festival-2016-mengangkat-potensi-kyoto-melalui-perfilman-dan-seni-9

kyoto-international-film-and-art-festival-2016-mengangkat-potensi-kyoto-melalui-perfilman-dan-seni-10

Kyoto International Film and Arts Festival yang didukung oleh Yoshimoto Kogyo ini akan berlangsung dari tanggal 13 hingga 16 Oktober 2016 dan akan menampilkan banyak film, pameran seni dan penampilan panggung kainnya. Nantikan berbagai laporan seputar KIFF 2016 dari Japanese Station.

COMMENT