SHARE THIS ARTICLE

Suatu perusahaan pembuatan gula-gula di Prefektur Mie, Iga, Jepang berharap meraup pendapatan dari sejarah klan ninja Iga-ryu yang terkenal di kota itu dengan menjual kue-kue sebagai suvenir yang menyerupai “hyorogan (pil khusus yang menyehatkan tubuh)” yang dulu pernah dimakan oleh para mata-mata di zaman feodal.

kue ninja hyorogan
Penjaga toko di Kobaiya menunjukkan kue “Iga-ryu Hyorogan” di toko utama dari perusahaan pembuat gula-gula di Iga, Prefektur Mie. (Masanori Hiuchi)

Sementara hyorogan tradisional adalah pangsit kukus yang terbuat dari tepung beras, “Iga-ryu Hyorogan” dari Kobaiya ini adalah kue bulat manis yang dipanggang dan dilapisi dengan wijen panggang, memberikannya tekstur yang renyah.

Tepung beras yang dipanen secara lokal dan minyak canola virgin (minyak nabati yang menjadi sumber lemak tak jenuh tunggal) digunakan untuk kue-kue ini, yang masing-masing berukuran diameter 3 cm dan berat 13 gram.

Suguhan baru ini segera mengisi berbagai rak di toko utama Kobaiya dan Iga Drive-in di mal pinggir jalan dekat persimpangan Iga dari Meihan Expressway pada tanggal 19 Juli.

Rasanya akan menarik bagi para kalangan tua dan muda,” kata Fumi Tsutsui, 66 tahun, seorang eksekutif di perusahaan pembuatan gula-gula berumur 300 tahun tersebut.

Koichi Hirosawa, ketua berumur 67 tahun dari Iga-Ueno Tourist Association yang membantu upaya Kobaiya untuk menciptakan kue-kue suvenir, mengatakan bahwa ia berharap Iga-ryu Hyorogan akan membantu meningkatkan pariwisata di kota tersebut.

Lima kue, yang dikemas dalam kotak berbentuk tabung, dijual seharga 540 yen (5,33 $).

COMMENT