SHARE THIS ARTICLE

Koenji adalah sepasang kaus kaki warna-warni yang tersembunyi di balik setelan jas hitam kaku khas Tokyo. Itu adalah sebuah subkultur pinggiran kota di Jepang dengan suatu atmosfir yang rasanya satu juta mil jauhnya dari pusat kota yang mencekik, walau sebenarnya kita dapat menjangkaunya hanya dengan 6 menit ke arah barat Shinjuku di jalur Chuo, dan merupakan salah satu tempat untuk tinggal yang paling murah di Tokyo.

Pada saat malam hari, Anda akan disambut dengan musik dari Joy Division yang tengah dimainkan oleh penduduk setempat. Di bawah jembatan tiga orang dengan bersemangat melantunkan Love Will Tear Us Apart dengan alunan gitar, harmonika dan cello. Dalam jangka waktu hanya dua puluh menit kerumunan yang menonton telah bertambah dari hanya beberapa pejalan kaki yang lewat menjadi puluhan orang yang dengan riang ikut bernyanyi dan menari mengikuti lagu, dan hanya berhenti sesaat kala ada kendaraan yang terkadang lewat. Keriuhan itu berlangsung hingga pukul 2.30 dini hari saat polisi dengan sopan meminta semua orang untuk bubar.

Di bawah jembatan
Di bawah jembatan

Anda dapat menemukan orang-orang yang sama seringkali pada akhir pekan, biasanya ditambah beberapa musisi lokal acak lainnya yang disambut hangat ketika mereka datang dan bergabung. Tidak hanya malam, siang hari pun daerah tersebut tidak kalah riuhnya karena sangat banyak pengamen dari berbagai genre musik bergantian bermain dan mengisi penuh alun-alun. Mereka secara sopan mengantri bergiliran untuk menghibur orang-orang berbagai usia yang menonton mereka atau sekedar lewat, baik itu yang minum santai di luar rumah, anak-anak muda yang bermain skateboard atau mereka yang tengah beristirahat dari kantor mereka.

Koenji Awa Odori
Koenji Awa Odori

Koenji Awa Odori adalah salah satu acara terbaik di kalender Tokyo, dengan sekitar 12.000 penari dan musisi berkostum ceria penuh warna berparade melalui jalan-jalan dan lorong-lorong. Pada festival musim panas penuh keriangan lainnya, Koenji Daidogei, puluhan artis jalanan melakukan segalanya dari menggambar 3D menggunakan kapur hingga aksi keseimbangan. Tahun ini juga terdapat sekelompok wanita yang tubuhnya dicat dengan warna emas.

Koenji Daidogei
Koenji Daidogei

Makanan dan minumannya pun tidak buruk. Kelompok-kelompok besar lebih baik dilayani di tempat lain, tetapi dengan puluhan tempat dalam beberapa menit berjalan kaki dari stasiun yang merupakan bukti bahwa di tempat kecil seperti itu pun terdapat kelimpahan, itu adalah tempat yang sempurna untuk memulai atau mengakhiri malam Anda. Terdapat dua bar sisha, Koenji Bakushu Kobo yang menawarkan bir, beberapa restoran yakitori di sekitar stasiun yang ada pada musim panas, Sempre untuk pizza termurah di Tokyo, Fatz Burger, El Pato’s Cafe dan Bake Crown’s Café jika Anda sedang menginginkan makanan Amerika/Meksiko, dan tentu saja Captain Bacchus, yang memiliki penawaran minuman terbaik di kota itu – anggur tanpa batas sepanjang malam hanya dengan membayar 980 yen, tentunya dengan efek samping rasa mabuk yang akan cukup lama diderita.

Terbaik dari semua itu, kehadiran Nakano dan Asagaya di kedua sisi Koenji memiliki arti bahwa jika Anda pada suatu waktu bosan dengan Koenji, masih ada banyak yang dapat dinikmati dengan hanya melangkahkan kaki saja.

Untuk lebih banyak foto mengenai Koenji Awa Odori dan Koenji Daidogei, Anda dapat membuka link 1 dan link 2 ini.

Source : Tokyo Desu
COMMENT