SHARE THIS ARTICLE

Di Jepang, ada salah satu kuil Shinto yang bernama Goryo Jinja, yang terdapat sekitar 2 kilometer dari Stasiun Kamakura.

Goryo Jinja Kamakura

Kuil ini didedikasikan kepada roh seorang samurai dengan keberanian yang mengesankan, Kagesama (Gongoro) Kamakura, dari klan Taira.

Goryo Jinja Kamakura

Sebuah simbol dari kuil ini yang seringkali mencuri perhatian adalah sepasang bulu anak panah yang direpresentasikan di atapnya, yang terkait dengan sebuah cerita yang mengesankan dari tahun 1085, selama pertempuran di Perang Gosannen.

Goryo Jinja Kamakura

Kagesama baru berumur 16 tahun ketika ia berpartisipasi dalam pertempuran ini. Pada saat dalam medan perang, ia terkena anak panah yang menembus mata kirinya. Namun, samurai ini terus bertarung dengan panah yang tertancap di matanya sampai perang berakhir.

Kagemasa Gongoro

Ketika ia kembali ke kemahnya, samurai lain berusaha untuk mencabut anak panah yang tertancap itu dengan menaruh kakinya di dahi Kagesama. Tetapi, karena menaruh kaki di kepala merupakan suatu penghinaan, Kagesama akhirnya marah, menghentikannya dan menuduhnya berperilaku kasar. Rekannya meminta maaf atas kekasarannya dan akhirnya panah itu dapat ditarik keluar dengan cara yang berbeda.

Keberanian Kagesama sangat dipuji sebagai panutan seorang samurai dan ia menjadi pahlawan Kabuki. Untuk memperingati kisah ini, bulu anak panah tersebut menjadi lambang kebanggaan dari kuil tersebut dan itulah mengapa bulu anak panah tersebut ditampilkan di atapnya.

Goryo Jinja Kamakura

Di dalam kuil ini terdapat patung kayu Kagemasa dan istrinya. Juga diyakini bahwa kuil ini memiliki kekuatan untuk menyembuhkan penyakit mata.

COMMENT