SHARE THIS ARTICLE

Menerima tantangan dari jenis karakter yang ia belum pernah perankan sebelumnya, Kento Nakajima, anggota dari grup idola dari Johnny’s, Sexy Zone, berharap perannya dalam drama terbarunya akan mengubah persepsi tentang dirinya.

Yuki Kashiwagi, kiri, dan Nozomi Sasaki dalam drama "Kurofuku Monogatari".
Yuki Kashiwagi, kiri, dan Nozomi Sasaki dalam drama “Kurofuku Monogatari”.

Kali ini, ia memainkan peran seorang “kurofuku,” yang secara harfiah berarti seorang pria dalam setelan jas hitam – seorang pelayan di suatu klub hostess yang bertugas membawa minuman untuk para pelanggan dan menentukan di mana para hostess harus mengambil tempat duduk mereka untuk melayani para pelanggan.

Saya mengagumi drama yang menggambarkan kehidupan malam, jadi saya sangat senang berkesempatan untuk memerankan peran ini,” kata Nakajima.

Lahir pada bulan Maret 1994, Nakajima memulai debutnya sebagai anggota Sexy Zone, sebuah grup pop dari agen bakat Johnny & Associates.

Selain kegiatan di grupnya, ia juga membintangi drama TV “Bad Boys J” dan film “Gin no Saji: Silver Spoon,” yang keduanya diangkat berdasarkan seri manga populer.

Drama tersebut berjudul “Kurofuku Monogatari” (The story of a black suit) dan saat ini sedang ditayangkan di jaringan TV Asahi setiap hari Jumat pukul 11.15 malam waktu Jepang, yang berkisah tentang Akira Ogawa, seorang pelajar dari lembaga bimbingan belajar yang bertujuan untuk masuk ke universitas.

Namun, hidupnya tiba-tiba berubah ketika ia jatuh cinta dengan Anzu, hostess nomor 1 di sebuah kyabakura (klub kabaret). Ia mengunjungi bar, yang disebut “Juliet,” di Ikebukuro, Tokyo, tetapi menyadari bahwa dirinya tidak mampu membayar semua minuman yang ia pesan.

Dengan demikian, ia menawarkan untuk bekerja di bar tersebut sebagai pelayan kurofuku untuk melunasi utangnya.

Karena sebelumnya tidak pernah pergi ke sebuah bar, Nakajima mengunjungi sebuah kyabakura untuk program TV tersebut dan berkesempatan untuk mengamati secara dekat bagaimana para pelayan kurofuku melayani para pelanggannya.

Mereka selalu menghormati para pelanggan mereka. Saya memiliki tips besar [pada cara memainkan perannya],” kata Nakajima.

Ketika ditanya pelayan kurofuku seperti apa yang ia kagumi, Nakajima mengatakan: “Saya merasa Akira [protagonisnya] keren karena ia dapat secara lugas membuat berbagai pernyataan sopan seperti, ‘Aku akan membuatmu bersinar dengan seluruh keberadaanku.'”

Saya ingin menjadi pelayan kurofuku sepertinya yang dapat mendukung [rekan-rekan kerjanya] seperti itu.”

Nakajima mengatakan ia berusaha keras untuk meresap ke dalam karakternya bahkan pada hari liburnya, selalu membawa naskah di sisinya.

Ini adalah drama pertama yang saya lakukan setelah berumur 20 tahun. Saya ingin mengubah persepsi para penggemar saya tentang saya,” katanya.

Nakajima, yang merayakan ulang tahunnya ke-20 pada bulan Maret, mengatakan ia suka sampanye dan anggur.

Saya menikmati minum sampanye di berbagai restoran Italia, atau kan-chuhai [minuman keras shochu kalengan dengan soda] di rumah,” katanya.

Ketika ditanya manakah di antara para penampil dari Johnny’s yang paling cocok untuk bekerja sebagai pelayan kurofuku, ia menyebutkan para anggota senior dari Johnny & Associates seperti Noriyuki Higashiyama, seorang anggota Shonentai, dan Masahiro Nakai, anggota SMAP.

Para anggota Sexy Zone mungkin terlihat sempurna, tapi mungkin terlalu cepat bagi mereka,” kata Nakajima.

Higashiyama-san akan terlihat sempurna. Saya pikir ia akan berakting seperti seorang kurofuku profesional sejak hari pertama,” katanya.

Nakai-san pasti akan terlihat bagus dalam seragam pelayan karena ia terus-menerus membuat kagum para pemirsa dengan seragam yang ia pakai di [program TV populer] ‘Bistro SMAP.'”

Saya pikir ia akan terlihat baik di ‘tsukemawashi’, atau memutuskan mana hostess yang harus duduk di sebelah pelanggan.”

Nakajima mengatakan ia sekarang sedang senang menonton DVD dari berbagai film dan drama, tidak hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga untuk belajar tentang akting. “Film-film Amerika sangat romantis. Saya mengambil esensi tersebut [ke dalam akting saya],” katanya.

Dalam drama tersebut, semuanya dimulai setelah Akira jatuh cinta dengan seorang hostess bar.

Kita hidup dalam sebuah masyarakat di mana orang-orang kelaparan akan cinta. Saya berharap orang-orang yang menonton drama ini merasa seperti mereka juga ingin jatuh cinta seperti itu,” katanya.

Nakajima dan dramanya membantu kita mengalami secara virtual gemerlapnya dunia kehidupan malam yang glamor.

Source : news.asiaone.com
COMMENT