SHARE THIS ARTICLE

Pada bulan Mei yang lalu, kafe penampungan kucing yang dinamakan Neco Republic dibuka di Bunkyo Ward, Tokyo. Kafe dengan ruangan seluas 15 tikar tatami ini merupakan gagasan dari Asaka Kawase, wanita berumur 40 tahun yang sebelumnya telah membuka kafe penampungan kucing pertamanya di Gifu pada bulan Februari tahun lalu dan kafe keduanya di Osaka pada bulan Oktober.

Kafe penampungan kucing dibuka di Tokyo berkat kedermawanan & penggalangan danaSeperti dikutip dari houseofjapan.com, kafe ini ditujukan untuk menyelamatkan kucing-kucing yang terlantar agar tidak dimusnahkan. Kawase berusaha untuk menemukan pemilik baru atau rumah baru untuk kucing-kucing di Neco Republic. Setelah crowdfunding (metode penggalangan dana melalui para kontributor di internet) menjadi terkenal, Kawase memutuskan untuk membuka Neco Republic ketiga di Tokyo karena para pecinta kucing mendorongnya untuk membuka usaha tersebut di ibukota Jepang. Tahun lalu, sekitar 140 kucing telah memperoleh pemilik baru berkat usahanya itu. Tanggal 22 Juni nanti, melalui kibidango, sebuah situs crowdfunding, kafe Neco Republic di Tokyo akan terus meningkatkan kontribusinya.

Di kafe tersebut Kawase menjabat sebagai “perdana menteri” dan kucing-kucing tersebut sebagai “presiden”. Sebanyak 17 ekor kucing berwarna putih, hitam dan coklat mendiami kafe yang menjadi “negara” mereka. Kucing-kucing yang terlantar atau terpisah dari pemiliknya ini tidak terlihat berbeda dari kucing lainnya di kafe kucing pada umumnya.

Kawase mengatakan untuk menutupi seluruh biaya operasional kafe untuk kucing-kucing yang terlantar, sumbangan dari para pendukung saja tidak cukup, “Mengumpulkan sumbangan itu sulit. Saya suka model bisnis di mana para pelanggan dari sebuah kafe kucing menyelamatkan nyawa kucing melalui apa yang mereka bayar untuk waktu mereka selama bersenang-senang dengan hewan itu,” katanya.

Akibatnya, para pelanggan yang berkunjung ke kafe tersebut untuk pertama kalinya akan diberikan “paspor,” dan semakin sering mereka datang atau membeli barang, semakin tinggi paten mereka sebagai “bangsawan.” Hasil dari para pengguna kafe dan penjualan barang-barangnya secara online digunakan untuk penampungan kucing liar yang baru dan membiayai makan mereka.

Meski demikian, Kawase berkata bahwa ia ingin melihat lebih banyak orang mengunjungi kafe penampungan kucing itu untuk bersenang-senang dan bukan karena kasihan pada kucing-kucing tersebut. Setiap hari Senin dan Kamis, Kafe di Tokyo ini ditutup. Kafe ini juga tidak menerima kucing yang pemiliknya memang ingin berpisah dengan kucing tersebut.

Source : houseofjapan.com
COMMENT