SHARE THIS ARTICLE

Dengan angka kelahiran yang menurun mendorong berbagai universitas dan perguruan tinggi dalam persaingan sengit untuk menarik pelajar, para pejabat di Nishi-Nippon Junior College (Junior College: program pendidikan perguruan tinggi untuk dua tahun setelah SMA) di Jepang memeras otak mereka untuk mendatangkan cara-cara untuk meningkatkan pendaftaran.

Tokutaro Ushijima, 61 tahun, seorang profesor filsafat politik di junior college dua tahun, mendapatkan suatu solusi yang unik: menggabungkan pengalaman kuliah konvensional dengan mengejar ketenaran dan kekayaan.

Dengan demikian, pada tahun 2011, Departemen Promosi Media pun lahir. Menurut Ushijima, itu adalah departemen pertama dari jenisnya, yang bertujuan untuk melatih para model, aktris dan idol pop masa depan.

Para orang tua ingin anak-anak mereka memiliki pendidikan tinggi, sementara anak-anak ingin mengejar impian mereka menjadi idol pop dan TV personality. Saya berpikir bahwa (departemen) ini akan diterima oleh masyarakat saat ini sebagai cara untuk memenuhi kedua kebutuhan itu,” kata Ushijima.

Hal ini tidak mengherankan, mungkin, Nishi-Nippon Junior College bersemangat merebut kesempatan untuk menggabungkan hiburan dan pendidikan. Fukuoka adalah rumah bagi beberapa grup idol pop, termasuk adik AKB48 yaitu HKT48, LINQ dan masih banyak lainnya.

Para mahasiswi di departemen baru tersebut dapat mengejar impian mereka untuk membangun karir di industri hiburan sambil menikmati kehidupan kampus tradisional, kata para pejabat sekolah, memberi mereka yang terbaik dari kedua dunia itu.

Selain mengajarkan menyanyi, menari dan keterampilan berbicara di depan umum, departemen ini juga menawarkan berbagai kelas pada akting profesionalisme, keterampilan mengumumkan dan persiapan audisi.

Reiko Tokunaga dan TV personality lainnya dan para model berfungsi sebagai instruktur untuk membantu para mahasiswi membuat debut mereka.

Pada perjalanan sekolah baru-baru ini ke perguruan tinggi, seorang gadis SMA disertai salah satu mahasiswi departemen tersebut menyusuri panggung sepanjang 9 meter yang didirikan di tengah-tengah kelas.

Pastikan untuk mengayunkan lengan Anda ketika Anda berjalan!” teriak sang instruktur, model profesional Hiroko Nakazono.

Seorang mahasiswi dari Departemen Promosi Media berjalan di panggung dengan seorang siswa SMA, kanan tengah. Belajar seni berjalan di panggung merupakan bagian dari kurikulum departemen tersebut. Foto diambil di Fukuoka Chuo Ward. (Koichi Anzai)
Seorang mahasiswi dari Departemen Promosi Media berjalan di panggung dengan seorang siswa SMA, kanan tengah. Belajar seni berjalan di panggung merupakan bagian dari kurikulum departemen tersebut. Foto diambil di Fukuoka Chuo Ward. (Koichi Anzai)

Pelajarannya adalah bagian dari kurikulum untuk kursus “latihan ekspresi media.”

Saat ini, 32 pelajar tahun pertama dan kedua, yang semuanya wanita, sedang belajar di departemen tersebut. Selain menjadi idol, mereka bercita-cita untuk menjadi aktris, aktris pengisi suara, atau TV personality.

Menjadi sebuah lembaga akademis, perguruan tinggi ini juga menekankan pentingnya untuk konseling karir. Sekolah ini bekerja untuk mengembangkan koneksi bagi para mahasiswinya untuk membuat penampilan di media dan memperkenalkan mereka kepada berbagai perusahaan hiburan.

Para anggota fakultasnya juga mengatakan kemungkinan memiliki departemen tersebut beroperasi sebagai agen hiburan di masa depan.

Bahkan jika para mahasiswinya tidak dapat menjadi besar dalam bisnis pertunjukan, mereka dapat memperoleh gelar akademik mereka dan memanfaatkan sopan santun dan berbagai keterampilan presentasi diri yang dipelajari dari kelas-kelas untuk mencari pekerjaan, kata pejabat sekolahnya.

Reppu, barisan depan, dan Seiran adalah grup idola yang dibentuk oleh para mahasiswi dari Departemen Promosi Media di Nishi-Nippon Junior College di Fukuoka. (Haruki Morishita)
Reppu, barisan depan, dan Seiran adalah grup idola yang dibentuk oleh para mahasiswi dari Departemen Promosi Media di Nishi-Nippon Junior College di Fukuoka. (Haruki Morishita)

Kelompok Idol Reppu dan Seiran adalah dua aksi yang dibentuk oleh para mahasiswa di departemen tersebut. Para anggotanya sedang mengasah keterampilan mereka dalam bernyanyi dan belajar bagaimana mengatasi demam panggung.

Reppu dibentuk oleh tiga mahasiswa terpilih dari departemen tersebut. Foto diambil di Fukuoka Chuo Ward. (Koichi Anzai)
Reppu dibentuk oleh tiga mahasiswa terpilih dari departemen tersebut. Foto diambil di Fukuoka Chuo Ward. (Koichi Anzai)

Anggota Reppu, Ami Fukuda, 19 tahun, mengatakan tujuannya adalah untuk menjadi seorang aktris seperti Hikari Mitsushima, yang telah menerima beberapa penghargaan atas penampilannya di “Love Exposure” yang disutradarai Sion Sono.

Saya telah mengembangkan rasa profesionalisme saat saya muncul di acara-acara publik,” kata Fukuda, ia menambahkan: “Saya merasa seperti kemungkinan saya semakin berkembang.”

Fukuda dan rekannya anggota Reppu, Yumi Kuwahara dan Hitomi Ito bekerja sama untuk saling mendukung bahkan ketika mereka mengejar tujuan mereka sendiri.

Para anggota Seiran membawakan lagu-lagu dari grup pop Candies dan berbagai artis lainnya dari tahun 1970-an. Foto diambil di Fukuoka Chuo Ward. (Koichi Anzai)
Para anggota Seiran membawakan lagu-lagu dari grup pop Candies dan berbagai artis lainnya dari tahun 1970-an. Foto diambil di Fukuoka Chuo Ward. (Koichi Anzai)

Pada bulan Juni, sekolah ini berencana untuk mengadakan acara promosi besar. Beberapa mahasiswa pertama yang lulus dari departemen tersebut telah ditemukan oleh para agen pencari bakat, dan akan ditampilkan setelah mereka menerima ijazah mereka, kata para pejabatnya.

Source : ajw.asahi.com
COMMENT