SHARE THIS ARTICLE

Tokyo memiliki hujan salju terberat dalam beberapa tahun pada 8 Februari kemarin, hingga mengakibatkan banyak yang cedera dan menyebabkan kekacauan transportasi.

Para pejalan kaki menyeberangi jalan yang tertutup salju di Shibuya Ward, Tokyo  pada tanggal 8 Februari. (Yasuhiro Sugimoto)
Para pejalan kaki menyeberangi jalan yang tertutup salju di Shibuya Ward, Tokyo pada tanggal 8 Februari. (Yasuhiro Sugimoto)

Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) mengeluarkan peringatan salju terberat pertama dalam 13 tahun untuk 23 ward di ibukota.

Dibawa oleh sistem tekanan rendah yang kuat, salju tersebut diperkirakan akan turun hingga awal Februari 9 di wilayah Kanto.

Menurut JMA, pusat kota Tokyo diselimuti dengan salju setebal 12 cm pada pukul 4 sore. Kedalamannya 10 cm di Yokohama, 12 cm di Utsunomiya, 13 cm di Chiba, 15 cm di Kumagaya, Prefektur Saitama, dan 18 cm di Maebashi.

Peringatan turunnya salju terberat juga dikeluarkan untuk daerah barat Tama di Tokyo, Prefektur Kanagawa dan Prefektur Chiba barat.

Menurut para petugas pemadam kebakaran, 45 orang terluka dalam kecelakaan terkait salju di Tokyo, Kanagawa, Chiba dan Saitama pada siang hari.

Hampir semua penerbangan domestik yang meninggalkan Haneda Airport dibatalkan di sore hari setelah ratusan pembatalan pada hari sebelumnya.

Kereta-kereta di jalur Shinkansen Tokaido Line berjalan hingga 70 menit di belakang jadwal pada jam 11 siang.

tokyosnow1
Para pelajar yang dijadwalkan untuk mengikuti ujian masuk universitas berangkat ke tempat ujian di Chiyoda Ward, Tokyo pada tanggal 8 Februari, di tengah hujan salju. (Kazuhiro Nagashima)

Sekitar 30 perguruan tinggi di wilayah Kanto mengadakan ujian masuk pada tanggal 8 Februari. Beberapa di antaranya menunda waktu mulai ujian akibat salju.

Source: ajw.asahi.com

COMMENT