SHARE THIS ARTICLE

Baru-baru ini Psycho le Cemu telah merilis album baru dan menggelar tur mereka. Psycho le Cemu terdiri dari 5 anggota, yaitu DAISHI (vokal), Lida (gitar), AYA (gitar), seek (bass), dan YURA Sama (dance, vokal, drums). Di samping penampilan live band, mereka juga memberikan hiburan dalam bentuk tarian dan teater, yang digabungkan satu demi satu. Cosplay mereka juga dibuat berbeda setiap waktu, berdasarkan pada konsep teaternya.

Dalam rangka menyambut kebangkitan kembali super cosplay band dari Jepang tersebut, Japanese Station berkesempatan untuk mewawancarai mereka. Seperti apa penuturan mereka setelah 10 tahun tidak aktif dan berkumpul kembali? Simak hasil wawancaranya yang penuh kegembiraan di bawah ini!

Bagaimana Psycho le Cemu bisa kembali aktif?

Setelah sempat tidak aktif, kami sempat bertemu satu sama lain, dan tahun ini adalah ulang tahun kami yang ke-15. Para anggota Psycho le Cemu dan para staf lalu berdiskusi mengenai bagaimana band ini akan tampil kembali setelah sekian lama. Namun tentunya para anggota Psycho le Cemu memutuskan untuk bereuni dan kembali bekerjasama tanpa meninggalkan proyek solo mereka masing-masing.

Psycho le Cemu memiliki banyak penggemar yang setia, bagaimana perasaan kalian melihat mereka yang telah mendukung selama ini?

Tentu saja kami merasa sangat senang, dan hal ini bisa menjadi kekuatan baru kami.

Biasanya Psycho le Cemu hadir dengan konsep yang berbeda untuk penampilan visual, misalnya dalam konser yang lalu konsepnya adalah game RPG. Bagaimana proses kreatif di balik penampilan visual kalian?

Kami biasa berkumpul bersama untuk berkonsentrasi dan memikirkan konsepnya. Kadang di satu hari kami minum-minum bersama, kadang di hari lainnya kami memikirkan tentang konser kami berikutnya, dan kami selalu menemukan ide baru yang bermunculan dari segala hal. Kami juga mendapat pengaruh dari berbagai game serta hal-hal lainnya, dan itu muncul secara alami dari dalam diri kami.

Setelah bersama dalam waktu yang cukup lama dan kali ini berkumpul kembali, apa tiap anggota Psycho le Cemu kini merasakan ada perbedaan atau malah ada yang tidak berubah dari anggota lainnya?

Setelah sekian lama tidak ada yang berubah, semuanya masih sama. (tiap anggota saling bertanya, “apa ada yang berubah?” dan tertawa). Ada yang telah menguasai aerobik, ada yang masih datang tepat waktu, ada yang masih sering marah-marah, dan ada juga yang masih menyukai uang. (semua kembali tertawa).

Apa yang kalian pikirkan tentang musim panas, terutama musim panas di Jepang?

Kembang api, hal-hal yang menyenangkan, dan konser live.

Apa kalian tertarik tampil di luar Jepang setelah bereuni?

Tentu saja kami tertarik.

Apa yang kalian harapkan atau nantikan jika tampil di luar Jepang?

Kami mulai tampil di berbagai negara di luar Jepang dan kami ingin menembus batasan melalui musik dan tarian kami. Namun kami sempat mengalami sedikit kesulitan dalam menyampaikan musik kami. Misalnya saat tampil di Perancis, kami menggunakan teks/subtitle, di Taiwan kami menggunakan penyulih suara, di Amerika kami menggunakan bahasa Inggris. Kami masih belum tahu bagaimana cara menyampaikan yang terbaik, dan kami tidak merasa puas. Jadi, ini adalah langkah selanjutnya yang harus kami pecahkan.

Tak lama lagi kalian akan menggelar tur di Jepang. Apa kalian memiliki persiapan khusus untuk tur tersebut?

Kami biasanya memiliki satu konsep untuk satu tur, namun karena tur kali ini istimewa kami memiliki tiga konsep untuk satu tur. Ini adalah pertama kalinya dan terasa istimewa bagi kami. Pada hari tertentu kami menampilkan karakter yang jahat, dan di hari yang lain kami menampilkan karakter yang baik. Jadi konsep setiap harinya berbeda, dan mobil kami penuh dengan kostum dari tiap konsep tersebut.

Japanese Station berasal dari Indonesia, jadi saat ada seseorang yang berkata Indonesia, gambaran seperti apa yang kalian pikirkan tentang negara kami?

Gambarannya adalah negara yang panas, dan banyak buah-buahan yang murah (tertawa).

—————————————————————————————————————

Psycho le Cemu lalu menanyakan buah-buahan apa yang direkomendasikan, dan kru Japanese Station menyarankan buah mangga, tergantung musimnya. Lalu rambutan, buah asli Indonesia yang memiliki rambut di bagian kulitnya, dan durian yang memiliki wangi menyengat.

Mereka juga bertanya apa makanan pokok orang Indonesia, dan kru Japanese Station menjawab “nasi”. (Lho kok malah kru JS yang diwawancarai ya?)^^

Mereka kembali bertanya apa makanan populer di Indonesia yang disajikan dengan nasi, kru Japanese Station pun menjawab ada banyak makanan, misalnya makanan padang yang pedas, lalu nasi goreng yang populer dan dapat ditemukan di hampir seluruh bagian Indonesia, dan mie goreng serta sate.

Para anggota Psycho le Cemu juga pernah mencicipi masakan dari berbagai negara di Asia selain Indonesia, misalnya masakan Thailand, Malaysia, dan lainnya. Jadi mereka sudah tahu seperti apa nasi goreng itu.

Kru Japanese Station lalu menjelaskan bahwa di Indonesia budaya cosplay-nya sangat kuat, dan banyak orang yang datang ke acara cosplay, seperti Indonesia Cosplay Grand Prix di mana biasanya pemenangnya akan bertanding di acara World Cosplay Summit di Nagoya. Para anggota Psycho le Cemu pun terkejut mendengarnya.

—————————————————————————————————————

Pertanyaan terakhir, apa kalian memiliki pesan untuk para penggemar di Indonesia?

Kami ingin tampil dan menemui semua orang di Indonesia, jadi silakan undang kami. Kami juga ingin melihat cosplay di Indonesia yang mengagumkan. Beberapa orang mungkin baru mengetahui Psycho le Cemu untuk pertama kalinya, jadi karena Psycho le Cemu memiliki penampilan cosplay dan konsep yang mengagumkan, maka kami ingin kalian mendapat pengalaman yang unik. Hingga saat itu tiba, kami akan berusaha untuk belajar bahasa Indonesia.

COMMENT