SHARE THIS ARTICLE

Anime Festival Asia Indonesia, sebuah ajang pergelaran anime dan budaya pop Jepang terbesar di Indonesia kembali digelar pada tahun ini di JI Expo Kemayoran dari tanggal 16 hingga 18 September 2016. Sama seperti sebelumnya, tim Japanese Station kembali mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan berbincang-bincang dengan salah satu performer yang turut memeriahkan konser anisong tahun ini, yaitu livetune+. Berikut adalah tanya jawab yang berhasil dihimpun sebelum duo musik elektronik ini sebelum membuka penampilannya pada Jumat malam, (16/9)

Dengan gaya yang nyentrik dari DJ KZ, serta senyum manis dari Anna Yano, interview dimulai dengan penuh semangat.

Bagaimana kesan livetune+ saat pertama kali tiba di Indonesia?

Kebetulan kami baru saja tiba di Indonesia pada malam hari kemarin, jadi kami belum melihat-lihat banyak, terutama di kota Jakarta, tetapi dari sepenglihatan kami kemarin, kota Jakarta termasuk kota yang aktif, ya.

Inspirasi apa sih yang mendorong livetune+ terbentuk?

Pada awalnya, saya (DJ KZ) sudah berkolaborasi dengan banyak orang, tetapi saya merasa paling cocok untuk berkerja sama dengan Yano-san, dari situlah saya memutuskan untuk membentuk livetune+.

Untuk DJ KZ, bagaimana pertama kali pertemuan dengan Anna Yano dan kesannya?
Pertama kali bertemu dengan Yano-san yaitu waktu pembuatan single pertama dari Yano. Kesannya Anna Yano seseorang yang aneh. Akan tetapi ia menarik dan menurut saya cocok untuk berkolaborasi dengan saya. Di sisi lain kebetulan saya juga menyukai genre anime yang tidak umum, kebetulan lagu single Yano-san, digunakan untuk lagu anime tersebut.

Bagaimana hubungan antara Anna Yano dan KZ di dalam livetune+ dan di luarnya?

Anna Yano sangat menghormati KZ sebagai musisi dan DJ yang terkenal dan menjadikan dirinya sebagai panutan, juga pemberi contoh yang baik. Akan tetapi akhir-akhir ini Yano memperhatikan hal-hal kecil dari KZ seperti mengapa topinya sangat besar, atau baju yang dikenakan sangat gelap. Seperti itu.

Untuk Anna Yano, apakah ada perbedaan yang dirasakan oleh Anna Yano sebagai penyanyi Anisong dan penyanyi di livetune+?

Jika sebagai penyanyi anisong, untuk setiap menyanyi saya selalu memikirkan anime-nya dan menyesuaikan dengan genre anime-nya. Tetapi untuk bernyanyi bersama livetune+ dengan tipe musik yang lebih pop dan show-nya lebih banyak.

Sampai saat ini genre musiknya KZ-san/livetune adalah pop-electronic yang modern, apakah ada pemikiran untuk berkolaborasi dengan artis yang memiliki genre musik tradisional?

Saat ini belum ada pemikiran untuk berkolaborasi dengan artis tradisional, atau membuat musik tradisional, tetapi jika ada tawaran untuk membuat atau berkolaborasi dengan musik tradisional pasti akan membuat musik yang menarik.

Apakah KZ memiliki keinginan untuk melakukan kolaborasi dengan DJ-DJ dari Indonesia?

Sampai saat ini saya belum ada keinginan karena mungkin belum mengenal DJ-DJ dari Indonesia sendiri. Akan tetapi di Jepang kami mengenal jenis musik Funkot yang katanya dari Indonesia. Mungkin ini dapat menjadi awal dari kolaborasi jika ada kesempatan.

Apakah dalam performance ini akan menyanyikan lagu-lagunya vocaloid? Dan apakah ada special performance?

Kami tidak akan ada kolaborasi lagu vocaloid yang dinyanyikan livetune+ tetapi dalam performance nanti kami akan menampilkan special performance dari saya (Kz) DJ-Mixing lagu-lagu vocaloid kemudian dilanjutkan dengan livetune+.

Bagaimanakah dengan persiapan konser pada Anisong malam ini?

Karena livetune+ merupakan grup baru dan sepertinya banyak orang Indonesia yang belum kenal ditambah lagi faktor bahasa yang berbeda, jadi dalam kesempatan konser ini kami ingin berkomunikasi dengan penonton lewat tarian, nyanyian dan tepuk tangan sebagai bahasa yang universal. Kami sangat berharap dapat menghibur pengunjung konser I Love Anisong.

Sesi interview pun tidak terasa sudah berakhir kemudian dilanjutkan dengan sesi photoshoot. Sungguh sebuah kesempatan menarik yang tidak boleh dilewatkan untuk berbincang-bincang dengan salah satu performer hebat dari konser I Love Anisong tahun ini.

(text: Michael Adrian, foto: Amozy Audrey)

COMMENT