SHARE THIS ARTICLE

tokyo-travel-image-9

Yang namanya macet, penyakit itu sepertinya tak hanya milik Jakarta. Beberapa kota besar di beberapa negara juga mengalaminya. Termasuk Tokyo, yang mana merupakan ibukota Jepang. Bahkan dari beberapa komentar orang yang berhasil diwawancari Mark Buckton (Jurnalis untuk Japan Times), macetnya Tokyo nyaris sama dengan macetnya Jakarta.

Berikut komentar-komentarnya!

Escala_20140220_1777511_1

Laporan langsung dari jalan-jalan kota Tokyo.

Amanda Watson, 30
Marketing (Australia)
Jam macet itu sendiri seperti acara olahraga yang masif di Sydney, di mana saya tinggal.  Tapi tiap pagi merupakan sejenis kegilaan yang sama.  Untuk saya pribadi, bagian terburuk selama kunjungan saya ialah jalur Ginza. Saya pikir, tak ada yang bisa lolos, tapi mereka bisa.

Yuki Shinozuka, 32, Musisi
Pengalaman terburuk saya ialah mengalami pelecehan seksual di kereta. Saya tak bisa bergerak dan menangis untuk minta tolong. Sedihnya lagi, itu tak terjadi sekali. Itu bisa terjadi di mana saja, kapan saja. Jadi jika kalian melihat situasi itu terjadi, hei para cowok, tolonglah kami!!!

Irwin Wong, 30
Photographer (Australia)
Saya terlambat untuk photo shoot, dan (harus) membawa begitu banyak perlengkapan selama perjalanan.  Saya jadi mengganggu yang lainnya karena perlengkapan saya ini. Lalu 20 menit, kereta tak datang karena kerusakan pintu. Saya bukanlah pria paling populer di kereta untuk berkata sedikitnya.

Dustin Heerkens, 42
Asisten Pelatih (Belanda)
Saya mencoba untuk menghindari jam macet, tapi di bulan-bulan winter, tak begitu banyak orang – sistem pemanasnya benar-benar luar biasa. Terkombinasi dengan jarak yang terbatas yang sepertinya mengambil oksigen, sehingga menjadi sulit bernapas. Saya tetap sadar dengan membayangkan tengah berada di udara terbuka yang menyejukkan.

Megumi Shiota, 26, Petugas Medis
Selama jam macet yang sibuk di pagi hari, saya berada di dalam kereta yang sangat ramai dan ada penumpang wanita lainnya yang menyikut saya di perut. Jadi kami turun dan bersitegang. Untungnya tak terjadi keributan dan masing-masing bisa melanjutkan perjalanan.

Tenshin Akutsu, 26, Vocalist Jazz 
Di Osaka dan Kobe, macetnya lebih buruk. Tapi di Tokyo, yang buruknya itu terlebih lagi di jalur Yamanote – jalur itu begitu macetnya. Setiap dua menit sekali, orang-orang berada di kereta seperti ikan sarden. Terkadang kita didorong oleh petugas kereta yang memang bertugas menjalankan tugasnya.

Source : japantimes.co.jp
COMMENT