SHARE THIS ARTICLE

Tahun baru adalah salah satu perayaan yang penting bagi masyarakat Jepang. Tentunya, sebagai negara yang kecintaannya terhadap tradisi tidak tergerus oleh kemajuan teknologinya, banyak hal yang oleh masyarakat Jepang selalu dilakukan setiap tahun baru. Seperti apa sih cara merayakan tahun baru di Jepang?

Sebelum tahun baru, orang Jepang melakukan oosoji, kemudian menyiapkan hiasan khusus tahun baru seperti kadomatsu dan shimekazari, serta kagamimochi. Pada malam tahun baru, yang biasa disebut oomisoka, orang Jepang akan menyiapkan osechi-ryori. Di malam harinya, joya no kane akan dibunyikan, dan orang Jepang makan toshikoshi-soba di malam tahun baru untuk menyambut tahun baru.

Pada pagi hari pertama di tahun baru, orang Jepang akan memakan osechi-ryori dan ozoni. Selain itu mereka akan melakukan hatsumode ke kuil atau jinja. Salah satu hal yang dinanti-nanti pada saat tahun baru adalah menerima nengajo, atau, untuk anak-anak, menerima otoshidama.

Banyak istilah aneh terkait dengan tahun baru di Jepang bukan? Berikut ini adalah penjelasannya:

Oosoji

Pada akhir tahun, orang Jepang akan membersihkan rumah mereka dengan lebih telaten. Dengan membersihkan kotoran yang telah menumpuk selama setahun, diharapkan dapat memulai tahun baru dengan hati yang baru.

Kadomatsu

(Image: wikipedia.org)

Kadomatsu adalah hiasan yang ditaruh di pintu rumah orang Jepang selama masa tahun baru. Kadomatsu dibuat dari cabang pohon pinus, bambu dan pohon prem. Ketiga hal tersebut di Jepang dianggap membawa keberuntungan, terutama pohon pinus yang melambangkan panjang umur.

Shimekazari

(Image: item.rakuten.co.jp)

Shimekazari adalah hiasan yang digantung di pintu rumah di Jepang selama masa tahun baru. Dibuat dari berbagai barang yang diyakini membawa keberuntungan, hiasan ini dipercaya dapat menolak bala. Setelah masa tahun baru selesai, hiasan ini dan kadomatsu akan dibawa ke jinja untuk dibakar.

Kagamimochi

(Image: wikipedia.org)

Dua buah mochi besar dan kecil dengan diameter 10-20 sentimeter yang diletakkan di atas meja khusus. Biasanya di atasnya pun diletakkan sebuah jeruk. Asalnya benda ini dimaksudkan sebagai persembahan untuk para dewa, namun belakangan ini dianggap hanya sekadar hiasan tahun baru saja.

Osechi-ryori

Masakan khusus yang dimakan pada tanggal 1 sampai tanggal 3 pada tahun baru, berbentuk masakan yang dipanggang, direbus, dan acar yang dikemas dalam kotak tumpuk. Selain terlihat mewah, kekhususan masakan ini adalah masakannya tidak mudah basi. Dipercaya bahwa pada awalnya, masakan ini dimaksudkan untuk meringankan beban pekerjaan dapur di masa tahun baru.

Ozoni

Masakan ini adalah sejenis sup yang berisi sayur dan mochi, dan merupakan salah satu masakan wajib tahun baru. Bentuk mochi, rasa, dan lauk yang ditambahkan ke dalamnya berbeda-beda di setiap daerah di Jepang.

Joya no Kane

Ini adalah lonceng besar yang biasanya dibunyikan di kuil pada saat mendekati pukul 12 tengah malam di malam tahun baru. Lonceng ini dibunyikan sebanyak 108 kali, yang menggambarkan jumlah nafsu duniawi manusia.

Toshikoshi-soba

Soba yang dimakan pada malam tahun baru sebagai doa untuk dapat hidup tanpa kesulitan dan berumur panjang. Soba ini harus habis dimakan sebelum tahun berganti. Dipercaya kalau keberuntungan akan sulit datang pada tahun yang akan datang jika soba ini masih tersisa.

Hatsumode

Hatsumode berarti kunjungan pertama ke jinja atau kuil dalam tahun yang baru. Kesempatan ini biasanya digunakan untuk mendoakan ketenangan dan keselamatan sepanjang tahun tersebut.

Nengajo

Kartu pos yang ditulis pada bulan Desember dan diatur agar terkirim pada tahun baru, berisi doa untuk tahun yang baru dan rasa terima kasih kepada pihak yang dikirimi kartu. Tidak hanya kepada teman dan kerabat, belakangan ini, banyak juga yang mengirim nengajo pada relasi di pekerjaan.

Otoshidama

Amplop kecil berisi uang yang diterima anak-anak dari orang tua dan kerabat pada masa tahun baru. Sama seperti angpao di Indonesia. Bagi anak-anak Jepang, ini adalah hal yang paling dinantikan pada tahun baru.

Demikian adalah sekilas mengenai cara orang Jepang merayakan tahun baru. Cukup berbeda dengan di Indonesia bukan? Adakah di antara kalian yang pernah mengalami tahun baru di Jepang? Adakah tempat lain dengan budaya merayakan tahun baru yang tidak kalah uniknya?

(Featured image: kids.wanpug.com)

Source : city.shinjuku.lg.jp
COMMENT