Berita Jepang | Japanesestation.com

Seiring dengan pesatnya pasar streetwear di dunia, termasuk di Indonesia, kemungkinan besar kalian mengetahui beberapa nama besar streetwear terkenal Jepang seperti Supreme, Stussy , A Bathing Ape ( BAPE ),  Comme des Garçons dan lain-lain. Namun, selain merk-merk tersebut, ada juga brand streetwear terkenal Jepang yang mungkin kalian belum tahu sebelumnya. Berikut adalah 3 streetwear Jepang tersebut, yang koleksinya worth it untuk kalian beli dan miliki

1. Visvim

Visvim mungkin merupakan salah satu merek pakaian kontemporer Jepang yang paling terkenal, Visvim didirikan pada tahun 2000 oleh Hiroki Nakamura setelah meninggalkan posisinya sebagai desainer di Burton Snowboards. Terinspirasi oleh elemen teknis dari perusahaan sebelumnya dan kerajinan tradisional dari berbagai budaya yang ia pelajari ketika keliling dunia, Nakamura mendirikan Cubism Inc., dan "Free International Laboratory" atau F.I.L. Upaya untuk memadukan teknik tradisional dengan perspektif kontemporer untuk menciptakan hasil yang maksimal dari sebuah pakaian klasik.

Karya streetwear yang dibuat brand ini dikenal dengan ciri khasnya yang menggunakan pewarna yang terbuat dari nila, lumpur dan kumbang cochineal, yang diaplikasikan pada tekstil yang rumit seperti campuran linen, rami, sutra atau angora, kemudian setelah itu diolah dengan teknologi modern seperti Gore-Tex untuk menemukan keseimbangan sempurna antara fungsionalitas manufaktur modern dan daya tarik abadi dari sebuah teknik tradisional.

2. Cav Empt

Orang-orang yang berada di belakang Cav Empt adalah para musisi yang sangat sulit dipahami; mereka adalah orang - orang yang menulis lagu-lagu hit tapi tidak pernah mengejar ketenaran.

Pendiribrand ini,  Sk8thing dan Toby Feltwell memiliki sejarah masing-masing dalam industri fashion dan musik Tokyo; Sk8thing adalah seorang desainer grafis yang telah menciptakan grafis untuk merek pakaian ternama Jepang seperti BAPE, NEIGHBORHOOD, UNDERCOVER, Bounty Hunter dan banyak lagi, serta merancang logo dan grafis untuk Nigo & Pharrell Williams 'Billionaire Boys Club dan ICE CREAM.

Feltwell adalah seorang kelahiran Inggris mulai bekerja di industri musik Inggris yang menjalankan operasi A & R di Mo'Wax ikon James Lavelle, kemudian beralih ke XL saat mereka membeli label Lavelle di awal tahun 00-an.

Setelah mendapat undangan ke Tokyo untuk memberikan nasehat hukum kepada Nigo yang mengarah pada jabatan sebagai Direktur Operasi dan Konsultan Kreatif untuk BAPE, BBC dan Ice Cream. Setelah melakukan penjualan BAPE ke IT, Feltwell bergabung kembali dengan Sk8thing dan pakar produksi Hishi dalam sebuah proyek baru. - "Debt through chaos."

Koleksi Cav Empt adalah eksplorasi visual post-modernisme,yang memadukan referensi yang sangat jauh seperti film horor abad ke-20 Italia, filsafat post-strukturalis Prancis, ikonografi Internet 1.0 dan arkeologi digital untuk mempertanyakan sifat fisik, keabadian, nilai dan kebenaran. Bahkan nama mereknya adalah singkatan dari frasa Latin, "caveat emptor" - atau "buyer beware."

3. Wacko Maria

Dengan latar belakang yang paling menarik dari semuanya, Wacko Maria didirikan oleh Nobuhiro Mori dan Keiji Ishizuka, dua pemain profesional J-League. Dimulai sebagai bar Rock Steady di Tokyo, usaha tersebut akhirnya berkembang menjadi Wacko Maria, sebuah merek pakaian / clothing line pria Jepang yang terinspirasi oleh gaya Amerika Latin dan subkultur rockabilly.

Dikenal dengan hiasan hiasan dan outwear dengan memiliki detail pernak-pernik sebagai hiasan dan jahitan bordir yang rumit, dengan menggabungkan karya seni tradisional seperti ikonografi religius dan Amerikana klasik dengan slogan-slogan besar, merek tersebut telah mengukir pasar baru untuk jenis pakaian dengan sentuhan yang tidak masuk akal. Brand ini juga disukai oleh para designer fashion seperti Aaron Bondaroff dari Know Wave.

(Featured image: wheretoget.it) (All images: highsnobiety.com)