SHARE THIS ARTICLE

Jika kita membahas seputar film Doraemon, tentu yang segera terlintas di pikiran kita adalah robot kucing yang berkepala bulat berwarna biru, tak punya telinga, bersuara parau, dan memiliki kantong ajaib. Lebih dari itu, kita akan sedikit menggeser pikiran kita kepada seorang anak laki-laki pemalas yang lemah di bidang akademik dan olahraga, Nobita.

Doraemon. Ilustrasi: Ist
Doraemon. Ilustrasi: Ist

Tapi, sadarkah kita bahwa film Doraemon tak hanya seputar itu?

Banyak hal-hal menarik yang bisa dipelajari dari tokoh kartun Jepang ciptaan Fujiko F. Fujio ini. Cerita Doraemon, secara tidak langsung menyadarkan anak-anak bahwa tidak ada yang bisa didapat dengan begitu mudah di dunia ini.

Kisah Doraemon mengajarkan kita untuk berjuang mewujudkan keinginan. Nobita yang begitu pemalas bahkan selalu memiliki keinginan untuk memperjuangkan sesuatu dari dirinya sendiri.

Meski selalu saja bertindak bodoh dan ceroboh, paling tidak dia sudah berani memiliki keinginan yang besar. Walaupun segala keinginannya terpenuhi berkat kantong ajaib milik Doraemon, tapi, ia sebenarnya tidak selalu semudah itu meminta ‘barang ajaib’ pada Doraemon.

Seringkali ia harus lebih dulu merengek, mengeluh, atau menepati perjanjian-perjanjian tertentu dengan Doraemon. Berkat kantong itu, Nobita bisa mendapatkan keinginannya dalam sekejap, namun biasanya ia harus menggunakannya dengan bijak, karena bila hanya mengikuti nafsu, alat Doraemon sering menjadi senjata makan tuan.

Kisah Doraemon mengajarkan kesetiaan kepada sahabat

Persahabatan Nobita dengan Shizuka, Suneo dan Giant sebenarnya sangatlah aneh. Nobita sangat menyukai Shizuka yang cantik dan pintar, Nobita selalu iri pada Suneo yang anak orang kaya dan Nobita selalu menjadi korban ketidaksabaran Giant.

Tapi, mereka selalu bersama-sama dan saling membantu jika kesulitan. Begitu pula dengan Doraemon, yang selalu setia membantu dan menemani Nobita. Persahabatan mereka bahkan dipastikan akan membuat kita menangis saat menyaksikan film “Stand By Me Doraemon” yang tayang 10 Desember 2014.

Kisah Doraemon mengajarkan kita untuk mencintai alam

Di film Doraemon, Nobita digambarkan sangat senang bersantai di atas rerumputan hutan yang ada di bukit belakang sekolahnya yang juga selalu menjadi tempatnya ‘kabur’ dan berlindung dari apapun.

Di beberapa episode serial Doraemon juga digambarkan Nobita sangat mencintai hutan dan tidak mau membuang sampah sembarangan. Hal itu menjadi suatu bagian yang baik dari seorang pemalas seperti Nobita. Dia, rupanya sangat menikmati dan mencintai alam.

Kisah Doraemon mengajarkan bahwa setiap orang pasti punya sisi baik dan tidak baik

Bagi anak-anak, kisah ini sangatlah cocok untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi ibu atau bapak yang mendampingi anaknya menonton serial Doraemon di Minggu pagi, tentu akan mudah memberitahu sang anak, bagaimana jadinya jika menjadi baik dan bagaimana jadinya jika menjadi tidak baik.

Mengatakan bahwa tidak boleh menjadi anak yang malas jika tidak ingin mendapat nilai 0 saat ulangan seperti Nobita, tidak boleh sombong seperti Suneo dan tidak boleh bertindak seenaknya dan cepat marah seperti Giant kepada anak tentu menjadi mudah untuk dimengerti. Pastinya, katakan bahwa setiap anak harus menjadi anak manis dan pintar agar disukai banyak orang seperti Shizuka.

Source : hiburan.metrotvnews.com
COMMENT