SHARE THIS ARTICLE

Dampak gempa bumi yang terjadi di Jepang pada Sabtu kemarin lebih besar dari perkiraan semula. Berdasarkan survei pemerintah dengan helikopter, Minggu (23/11/2014), terlihat kerusakan meluas di pegunungan kawasan Jepang Tengah, yang sempat dijadikan arena Olimpiade Musim Dingin 1998.

Seorang petugas menunjukkan lokasi gempa 6,7 SR di wilayah pegunungan di pusat Jepang, di sebelah barat kota Nagano, Minggu (23/11/2014) - AFP/JIJI PRESS
Seorang petugas menunjukkan lokasi gempa 6,7 SR di wilayah pegunungan di pusat Jepang, di sebelah barat kota Nagano, Minggu (23/11/2014) – AFP/JIJI PRESS

Sejumlah rumah di kawasan tersebut, yang biasa dijadikan arena wisata ski, hancur lebur. Sedikitnya 39 orang terluka, termasuk tujuh yang mengalami patah tulang serius.

Agensi Meteorologi Jepang melaporkan gempa di wilayah barat Nagano dengan kedalaman 10 kilometer itu berkekuatan 6,7 Skala Richter, bukan 6,8. Sementara Badan Survei Geologi Amerika Serikat mengukurnya hanya 6,2 SR. Karena gempa terjadi jauh dari laut, tidak ada ancaman tsunami.

Saya tidak pernah merasakan gempa yang begitu kuat. Jalanan bergetar hebat,” ujar Ryo Nishino, seorang pemilik restoran di Hakuba, kota wisata sebelah barat Nagano, pada NHK seperti dilansir Associated Press.

Sementara itu Otoritas Regulasi Nuklir Jepang mengonfirmasi tiga fasilitas nuklir di sekitar wilayah gempa baik-baik saja. Semua fasilitas nuklir Jepang sempat dimatikan sejak terjadinya gempa 9,0 SR yang memicu tsunami pada 2011.

Source : internasional.metrotvnews.com
COMMENT