SHARE THIS ARTICLE
Sumo05
image courtesy: Daihei International Films/Shiko Funjatta

Apa yang terjadi bila sekelompok orang yang tidak niat untuk bermain sumo dikumpulkan dalam sebuah klub dan mereka dipaksa untuk bertanding atas dasar tantangan dari para seniornya? Itulah yang dialami Shuhei Yamamoto, seorang mahasiswa yang terpaksa masuk UKM Sumo demi syarat kelulusannya. Tidak disangka-sangka, dia malah ikut larut dalam perjuangan klub yang hampir mati tersebut bersama-sama dengan teman-teman barunya dan memahami arti pentingnya bersungguh-sungguh. Kisah ini diangkat dalam film Shiko Funjatta (Semangat Sumo).

Sumo, ternyata tidak jauh berbeda dengan beberapa budaya tradisional negara-negara lain yang mulai ditinggalkan generasi muda. Lewat film ini, Masayuki Suo selaku sutradara mencoba menghadirkan keseruan dari olahraga ini dalam kemasan yang menyenangkan. Kebersamaan dan semangat untuk menjadi yang lebih baik dikisahkan dengan jenaka dan menghibur, namun di sisi lain juga mampu membuat penonton terharu sekaligus berdecak kagum.

IMG_20160121_151421
Abdul Barry Sutan, Staff Cultural dari The Japan Foundation yang menayangkan Shiko Funjatta berujar tentang kesengajaan pemilihan film ini dalam acara nonton bareng di Hall The Japan Foundation, Gd. Summitmas, Jakarta, Kamis (21/01). “Kami memilih film ini dari sekian banyak koleksi kami karena paham penonton utamanya adalah anak-anak sekolah. Film ini cukup menghibur dan pastinya tidak akan membuat mereka cepat bosan,” tuturnya.

Ya, memang selain penonton umum yang hadir, acara nonton film oleh The Japan Foundation kali ini juga dihadiri oleh siswa-siswi SMA PB Sudirman. Kunjungan budaya mereka diisi oleh berbagai macam kegiatan yang salah satunya adalah belajar melalui film. Adakah dari kalian yang kemarin hadir dalam acara nonton film di The Japan Foundation ini? Atau mungkin pernah menonton film ini?

COMMENT