SHARE THIS ARTICLE
Pusat penanggulangan bencana di Minamisanriku yang tinggal tersisa rangka baja.. (Foto: Asahi Shimbun)

Badan penasihat pemerintah Prefektur Miyagi, Jepang, telah merekomendasikan agar sisa-sisa dari empat bangunan yang hancur akibat tsunami yang melanda pada 11 Maret 2011 lalu untuk dilestarikan sebagai monumen.

Pusat penanggulangan bencana di Minamisanriku yang tinggal tersisa rangka baja.. (Foto: Asahi Shimbun)
Pusat penanggulangan bencana di Minamisanriku yang tinggal tersisa rangka baja.. (Foto: Asahi Shimbun)

Adapun keempat bangunan tersebut adalah gedung pusat penanggulangan bencana pemerintah yang hanya tersisa rangka baja di Minamisanriku, SD Kadonowaki di Ishinomaki, eks Ishinomaki Onagawa Koban di Onagawa, dan SD Arahama di Sendai.

Bangunan pusat penanggulangan bencana di Minamisanriku telah menjadi situs ikon untuk upacara peringatan sejak bencana itu terjadi. Struktur rangkanya ini menjadi “dikenal di seluruh dunia,” kata Badan tersebut.

Gubernur Prefektur Miyagi, Yoshihiro Murai diharapkan membuat keputusan pada bulan Januari. Namun, sudah ada pertentangan dari keluarga korban, yang ingin melihat semua empat bangunan yang benar-benar dibongkar.

Source : japantoday.com