Di Jepang, bule dibayar untuk jadi pendeta pernikahan palsu


Pendeta pernikahan palsu. ©Asian Offbeat

Warga Jepang dulunya mengadakan pernikahan ala Shinto tradisional. Namun karena pengaruh pernikahan Kristen, banyak pasangan Jepang yang rela membayar bule atau orang asing untuk jadi pendeta palsu di pernikahannya.

Pendeta pernikahan palsu. ©Asian Offbeat
Pendeta pernikahan palsu. ©Asian Offbeat

Warga Kristen memang hanya berjumlah 1,4 persen dari total 127 juta penduduk di Jepang. Namun White Wedding budaya Barat hampir dilakukan tiga perempat dari semua upacara pernikahan di Jepang. Ini berarti banyak sekali pendeta yang dibutuhkan untuk melangsungkan pernikahan.

Permintaan itu pun memunculkan layanan pendeta pernikahan palsu. Syaratnya cukup lucu, seorang laki-laki bule atau memiliki wajah yang mirip bule, dapat berbicara sedikit bahasa Jepang, dan mau melakukan upacara pernikahan selama 20 menit.

Must Read  Starbucks Jepang Hadirkan Varian Rasa Baru Khusus Halloween 2017

Kisah cinta Jepang dengan pernikahan Kristen diyakini telah dimulai sejak tahun 1980. Waktu itu, pernikahan Pangeran Charles dan Lady Diana yang ditayangkan di televisi diduga memicu warga Jepang untuk melakukan hal serupa.

Uniknya, bule yang dibayar untuk jadi pendeta pernikahan palsu tidak perlu beragama Kristen. Yang penting hanyalah tata cara dan gaya bicara yang menyerupai pendeta pernikahan ala budaya Barat yang sesungguhnya.

Sayangnya praktik menikah ala budaya Barat dengan menggunakan jasa pendeta palsu cukup meresahkan para pendeta yang asli.

Ini adalah masalah besar. Mereka palsu dan memberi reputasi yang buruk pada kami. Lagipula pernikahan itu penting dan harus dilakukan dengan benar, sementara pasangan yang menggunakan pendeta palsu tidak bisa mendapatkan esensi dari sebuah pernikahan,” keluh salah satu pendeta, seperti yang dikutip dari OddityCentral.

Must Read  Kocaknya Acara Game Show Dari Jepang Yang Jadi Viral Di Dunia Maya

Pendeta asli tersebut juga pernah mendengar bahwa ada pasangan yang rela membayar staf hotel untuk dijadikan pendeta pernikahan palsu karena tak bisa menemukan yang asli.

Sebenarnya selain di Jepang, mempekerjakan bule atau orang asing memang cukup populer di Asia. Misalnya China yang membayar orang kulit putih untuk mengaku sebagai mitra kerja, tujuannya adalah agar membuat mereka terlihat lebih bonafid karena memiliki mitra bertaraf internasional.


What's Your Reaction?

LOL LOL
0
LOL
Sugoi! Sugoi!
0
Sugoi!
Honto Ni? Honto Ni?
0
Honto Ni?
Kanashii Ne Kanashii Ne
0
Kanashii Ne
Nani Kore?! Nani Kore?!
0
Nani Kore?!
Daisuki! Daisuki!
0
Daisuki!
Kowai Kowai
0
Kowai
Kawaii~ Kawaii~
0
Kawaii~

Di Jepang, bule dibayar untuk jadi pendeta pernikahan palsu

Pilih Format
Trivia quiz
Buat pertanyaan untuk mengetahui seberapa luas pengetahuanmu
Polling
Buat polling dan ajak pembaca untuk memilih
Artikel
Original artikel atau berita seputar Jepang
Artikel List
Buat daftar atau peringkat berita seputar Jepang
Ranked List
Ranked List
Meme
Unggah gambar dan buat meme kalian di sini