SHARE THIS ARTICLE

Kenalkah kalian akan gambar di atas? Menara di atas bukan Menara Tokyo, lho. Menara tersebut bernama Tsutenkaku, sebuah menara yang jadi simbol dan kebanggaan kota Osaka, Jepang.

Tsutenkaku dan wilayah Shin-Sekai di sekelilingnya (image: japanvisitor.com)

Tsutenkaku adalah simbol Osaka yang dibangun pada tahun 1912 sebagai simbol sebuah area hiburan di bagian selatan Osaka yang disebut Shin-Sekai, yang berarti dunia baru. Konsep menara ini pada masa tersebut berbentuk sebuah menara yang mirip Menara Eiffel, yang dibangun di atas bangunan yang berbentuk seperti Arc of Triumph. Pada masa itu, menara ini adalah bangunan tertinggi di Asia Timur dengan tinggi 64 meter. Namanya sendiri memiliki arti “Bangunan menuju langit”.

Tsutenkaku generasi pertama (image: wikipedia.org)

Pada tahun 1943, Menara ini luluh lantak oleh kebakaran, dan baja yang tersisa dari menara ini digunakan untuk mendukung usaha perang Jepang saat itu. Setelah perang berakhir, masyarakat Osaka yang merasa membutuhkan adanya menara ini kembali, memohon kepada pemerintah untuk membangun kembali menara tersebut.

Pada tahun 1955, keinginan masyarakat Osaka dikabulkan oleh pemerintah kota, dan pembangunan kembali menara tersebut dimulai oleh Tsutenkaku Kanko Co., Ltd., sebuah perusahaan yang khusus dibuat untuk mengurus pembangunan kembali menara tersebut. Tsutenkaku yang baru didesain oleh Tachu Naito, dan memiliki tinggi 103 meter. Menara baru ini dibuka pada tanggal 28 Oktober 1956.

Tsutenkaku saat ini (image: japantowers.jp)

Di dek observasi lantai 5, pengunjung menara ini dapat menikmati pemandangan kota Osaka, dan melihat Biliken, patung dewa yang dipercaya mendatangkan keberuntungan bagi yang mengusap telapak kakinya. Penanda neon bulat di puncak menara ini menampilkan warna-warna yang menunjukkan ramalan cucaca, yaitu warna biru untuk cuaca cerah, kuning untuk cuaca berawan, dan biru untuk cuaca hujan. Untuk memasuki menara ini, orang dewasa dikenai tarif sebesar 600 yen. Menara ini mampu menarik hingga 700 ribu orang pengunjung per tahunnya.

(Featured image: www.jnto.go.jp)

Sources :
COMMENT