SHARE THIS ARTICLE

Bon Odori, atau tarian bon merupakan tarian rakyat yang dilakukan pada upacara Obon di musim panas di Jepang dan dianggap telah ada sejak 600 tahun silam. Masyarakat Jepang meyakini bahwa nenek moyang mereka akan kembali mengunjungi dunia, maka dari itu mereka melakukan upacara ini untuk menyambut kedatangan roh leluhur mereka.

Pada tanggal 5 Agustus kemarin, festival ini untuk pertama kalinya diadakan di persimpangan Shibuya yang paling terkenal di Jepang. Namun, ada banyak festival bon odori yang sudah dikenal sebagai sebagai festival obon terbaik sekaligus terbesar di Jepang sejak lama.

1. Awa Odori Dance Festival

Festival Awa Odori dimulai sejak tahun 1587 dan diadakan setiap bulan Agustus di Prefektur Tokushima untuk merayakan pembangunan Benteng Tokushima di tempat yang saat ini dikenal sebagai Provinsi Awa. Pada siang hari, para penari melakukan koreografi tarian awa secara bertahap, namun saat matahari terbenam sekelompok penari yang dipanggil ren tersebut tampil melalui jalan-jalan di pusat kota Tokushima.

Festival yang diadakan setiap tanggal 12-15 Agustus setiap tahunnya ini jadi festival tarian Jepang yang paling terkenal, dengan banyaknya penonton berjejer di jalanan untuk melihat sekilas para penari yang tengah berparade di jalan-jalan kota.

2. Gujo Odori

Festival Gujo Odori di Prefektur Gifu dikatakan telah berlangsung lebih dari 400 tahun dan dilaksanakan lebih dari 32 malam dari bulan Juli hingga bulan September. Awalnya tarian rakyat ini digunakan sebagai cara untuk menciptakan ikatan antar kelas sosial yang berbeda pada periode 1467-1590, termasuk para pejuang, pedagang dan pengrajin.

Gujo Odori sebenarnya terdiri dari 10 jenis tarian dan mengelilingi seantero kota Gujo Hachiman, bergerak dari kastil hingga ke alun-alun kota, tempat suci dan banyak lagi. Festival ini mencapai puncaknya antara tanggal 13 dan 16 Agustus, dengan hadirnya sejumlah pesta dansa sepanjang malam yang berlangsung dari pukul 8 malam sampai dini hari.

3. Nishimonai Bon Odori

Nishimonai Bon Odori diakui sebagai budaya nasional, asal-usul tarian tersebut diperkirakan telah ada sejak lebih dari 700 tahun atau sekitar akhir 1280-an sebagai festival panen. Setelah berabad-abad, pada tahun 1601, Onodera Shigemichi memilih membakar Kastil Nishimonai daripada harus menyerah kepada Tokugawa Ieyasu yang pada akhirnya menyatukan seluruh Jepang di bawah Keshogunan Tokugawa. Awal tahun setelah kejadian itu, para pengikut yang masih bertahan akan menari untuk mengingat mantan tuan mereka. Namun seiring berjalannya waktu, kedua tarian tersebut digabung menjadi Nishimonai Bon Odori yang kita lihat sekarang.

Setiap tahun, festival ini berlangsung dari tanggal 16-18 Agustus di kota Ugo, yang dibentuk dengan menggabungkan bekas kota Nishimonai dengan enam desa di sekitar Prefektur Akita. Nishimonai Bon Odori terdiri dari dua tarian yang berbeda yang dilakukan oleh penduduk setempat dengan iringan drum taiko, shamisen dan seruling kayu atau yokobue. Para penari dibedakan dengan kain kimono mereka, yang disebut hanui dengan topi jerami amigasa. Beberapa penari juga memakai kostum khas bernama hikosa zukin, penutup kepala hitam yang mengingatkan tentang orang mati.

Source : allabout-japan.com
COMMENT