SHARE THIS ARTICLE

House-in-Fukasawa-by-LEVEL-Architects (1)

Rumah karya Level Architects berikut ini bisa jadi merupakan rumah idaman bagi para pencinta privasi. Pasalnya, studio asal Jepang tersebut sengaja membuat eksterior karyanya penuh warna hitam dan minim jendela.

Hampir tidak mungkin mengintip ke dalam rumah ini. Selain itu, bentuk rumah pun ramping memanjang. Bentuk ini menyisakan sedikit penampang. Semakin sedikit penampang, semakin sedikit pula bukaan rumah tersebut.

House-in-Fukasawa-by-LEVEL-Architects (7)

Rumah ini berada di Fukasawa, Tokyo, Jepang. Ukuran rumah tersebut sebenarnya cukup besar. Terlebih lagi, rumah ini memilki beberapa lantai. Hanya, bentuk tanah rumah memang cukup unik dan ramping. Lebar rumah ini hanya 4,6 meter, sementara panjangnya mencapai 17,3 meter.

Level Architects memang bertujuan untuk menciptakan rasa luas di dalam bangunan yang sempit. Caranya, studio tersebut memastikan interior rumah tetap terang dengan menggunakan cat dinding berwarna terang. Studio ini pun berhasil memasukkan banyak sinar matahari ke dalam interiornya tanpa memberikan kesempatan orang dari luar melihat ke dalam rumah.

House-in-Fukasawa-by-LEVEL-Architects (3)

House-in-Fukasawa-by-LEVEL-Architects (4)

House-in-Fukasawa-by-LEVEL-Architects (5)

Level Architects mendesain dinding khusus di bagian utara dan selatan rumah. Bagian selatan sengaja dibentuk agar sinar matahari dari timur bisa memenuhi interior rumah, tetapi tidak menyilaukan pemilik rumah. Sementara itu, dinding bagian utara digunakan sebagai papan reflektor dengan cara menangkap sinar dari selatan dan membuat interior lebih terang sampai lantai dasar.

Level Architects “Daripada membiarkan ukuran tanah yang terbatas terasa, tujuannya adalah menciptakan ilusi keterbukaan dan koneksi pada lingkungan sekeliling, pada saat yang sama, memberikan privasi yang diinginkan oleh kebanyakan pemilik rumah di Tokyo,” ujar para arsitek.

House-in-Fukasawa-by-LEVEL-Architects (2)

House-in-Fukasawa-by-LEVEL-Architects (6)

Rumah ini memiliki empat lantai dengan pembagian yang tidak sama tinggi setiap lantainya. Area yang paling “hidup” dari rumah ini adalah lantai di atas lantai dasar. Lantai tersebut memiliki ketinggian plafon yang berbeda, antara ruang keluarga, ruang makan, serta dapur.

Sources :
COMMENT